Alasan BPOM Larang Albothyl: Efek Samping & Bahaya Kandungannya

Baru-baru ini Albothyl menjadi perbincangan hangat karena viralnya surat BPOM yang merekomendasikan penghentian penggunaan kandungan Albothyl sebagai obat luar.

Sudah lumrah jika sesuatu menjadi viral pasti akan muncul banyak pertanyaan ditengah-tengah masyarakat.

Nah daripada penasaran, dalam artikel ini kita akan mengupas alasan kenapa BPOM melarang albothyl dan beberapa hal lain terkait obat ini yang perlu Anda ketahui.

Albothyl itu obat apa sih?

foto albothyl, obat albothyl yang dilarang BPOM

Albothyl adalah cairan antiseptik dan desinfektan kulit yang biasa digunakan untuk mengobati sariawan, luka, keputihan, dan berbagai gangguan lain akibat bakteri dan jamur.

Albothyl merupakan obat serba guna, setidaknya ada 3 fungsi albothyl yakni sebagai antiseptik (mematikan kuman penyebab infeksi), hemostatik (menghentikan pendarahan), dan astringent (menciutkan/ menutup luka).

Meskipun bisa dikatakan sebagai obat serba guna, namun masyarakat kita lebih mengenal albothyl sebagai obat sariawan, dan sebagian orang juga menggunakannya untuk membersihkan organ intim perempuan.

Apa isi kandungan albothyl yang jadi masalah?

Jawaban singkat: Policresulen.

Albothyl yang beredar di pasaran saat ini mengandung zat bernama Policresulen dengan konsentrasi 36%.

Apa itu policresulen?

Policresulen adalah senyawa asam organik (polymolecular organic acid) yang diperoleh dari proses kondensasi formalin (formaldehyde) dan senyawa meta-cresolsulfonic acid.

Policresulen yang diaplikasikan pada sariawan akan menyebabkan jaringan pada sariawan menjadi mati.

Itulah alasan kenapa saat albothyl digunakan pada sariawan akan terasa sangat perih, namun kemudian rasa perih hilang dan sakit pada sariawan pun tidak lagi terasa.

Bagi Anda yang pengalaman memakai obat ini mungkin akan menyaksikan sendiri sesaat setelah albothyl digunakan sariawan akan menjadi berwarna putih dan kering.

Jadi sebenarnya policresulen ini tidak mengobati sariawan melainkan mematikan jaringan yang sakit atau rusak tersebut.

Ketika jaringan sariawan sudah mati, maka tubuh akan melakukan regenerasi sel-sel baru sehingga sariawan menjadi sembuh.

Kenapa BPOM melarang albothyl? Apakah policresulen berbahaya?

Kandungan albothyl adalah alasan utama kenapa BPOM melarang obat ini untuk digunakan.

Berdasarkan isi surat yang dikeluarkan oleh BPOM, tidak ada bukti ilmiah atau studi yang mendukung penggunaan cairan obat luar policresulen 36%.

Selain itu terdapat juga laporan adanya efek chemical burn pada mucosa oral (efek terbakar karena zat kimia pada jaringan mukosa mulut) akibat penggunaan policresulen 36% tersebut.

Poin menarik dari isi surat tersebut yakni BPOM menyatakan jika policresulen 36% yang digunakan TANPA PENGENCERAN terlebih dahulu SANGAT BERBAHAYA/BERISIKO.

Ini adalah poin menarik yang ingin penulis soroti. Pasalnya jika Anda coba googling pengalaman orang-orang yang memakai albothyl, kebanyakan mereka menggunakannya secara langsung tanpa diencerkan terlebih dahulu.

Ada yang menggunakannya dengan cara ditotol menggunakan cotton bud, bahkan ada yang berbagi pengalaman menggunakannya dengan cara ditetes secara langsung.

Padahal dalam keterangan aturan pakainya, albothyl harus diencerkan dengan air terlebih dahulu sebelum digunakan.

Jadi menurut hemat penulis sebagian konsumen juga melakukan kesalahan dalam hal ini.

Apakah surat BPOM larang albothyl itu HOAX?

Tidak.

Surat BPOM yang menyatakan bahaya dan himbauan penghentian edar policresulen 36% dalam albothyl itu tidak HOAX.

Berikut ini foto surat BPOM yang tempo hari viral di jagat maya:

Surat BPOM melarang albothyl beredar karena berbahaya

Efek samping yang bisa ditimbulkan albothyl

Menurut BPOM penggunaan albothyl sebagai obat sariawan dapat menyebabkan efek samping serius yang berbahaya yakni sariawan jadi membesar dan berlubang sehingga menyebabkan infeksi.

Selain itu, reaksi hipersensitif mungkin saja terjadi sebagai efek samping dari penggunaan obat ini.

Beberapa risiko efek samping dan bahaya dari penggunaan albothyl diantaranya seperti:

  • Sensasi seperti terbakar
  • Alergi
  • Iritasi
  • Infeksi jamur pada vagina (candidiasis)
  • Pembengkakan jaringan lunak (edema)
  • Pengelupasan permukaan mukosa
  • Kesulitan bernapas
  • Sifat asam pada policresulen dapat merusak enamel gigi
  • Kerusakan jaringan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dan berulang

Bahaya albothyl yang digunakan untuk sariawan bisa membuat bibir berlubang, ngeri!

Seorang dokter gigi bernama dr Widya membagikan foto pasiennya yang kemudian menjadi viral di sosmed.

foto orang yang bibirnya berlubang karena albothyl

foto sariawan berlubang karena memakai albothyl
Foto diambil dari https://fajar.co.id

Di foto tersebut terlihat gambar bibir seorang pria yang menjadi berlubang karena menggunakan albothyl untuk mengobatin sariawannya.

Diketahui ternyata pasien tersebut mengalami gangguan bernama myelofibrosis yang menyebabkan sumsum tulangnya tidak bisa memproduksi sel darah merah.

Jika produksi sel darah merah terganggu, maka otomatis kemampuan tubuh untuk meregenerasi sel-sel baru juga akan terganggu.

Inilah yang terjadi pada pria tersebut.

Albothyl mematikan jaringan sariawan pada mulutnya namun kemudian tubuh beliau tidak mampu meregenerasi sel-sel baru.

Jadilah sariawan itu berlubang. Hingga bolong menembus keluar.

Foto diatas sebenarnya sudah diupload dr Widya sejak tahun 2014 lalu, namun menjadi viral lagi baru-baru ini sejak BPOM mengeluarkan surat pelarangan albothyl.

Jika albothyl dilarang beredar, apa obat sariawan penggantinya yang ampuh?

BPOM merekomendasikan bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan albothyl untuk mengatasi sariawan, dapat menggunakan pengganti lainnya yang mengandung:

  • benzydamine Hcl
  • povidone iodine 1%
  • kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C

Penting juga bagi masyarakat yang mengalami sariawan dengan gejala sakit berlanjut, tidak sembuh-sembuh, atau bahkan bertambah parah untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan.

***

Bagikan artikel ini sebanyak-banyaknya di akun sosmed Anda agar yang lain tahu. Sharing is caring!