Antibiotik & Antitoksin Untuk Mengobati Penyakit Difteri

Antibiotik dan Antitoksin adalah 2 jenis obat yang diberikan pada penderita difteri.

Antibiotik difteri berfungsi untuk mematikan bakteri, sedangkan antitoksin difteri berfungsi untuk menetralisir racunnya.

Pada artikel ini kita akan bahas apa itu antibiotik dan antitoksin difteri, apa bahan yang ada didalamnya, dan bagaimana ia bekerja dalam menyembuhkan orang yang terkena penyakit difteri.

antitiobik difteri dan antitoksin difteri untuk dewasa dan anak

Apa itu antibiotik difteri?

Untuk bisa memahami apa itu antibiotik difteri, terlebih dahulu kita bahas apa pengertian antibiotik.

Antibiotik adalah kelompok zat yang memiliki kemampuan untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri.

Pada saat tubuh mengalami infeksi khususnya oleh bakteri, maka sistem imun tubuh secara alami akan melakukan perlawanan.

Imun tubuh bisa melawan dan mematikan berbagai jenis bakteri, namun sistem imun tubuh manusia memiliki batas. Ada masanya sistem imun tidak dapat melawan infeksi bakteri penyakit, pada saat itulah antibiotik dibutuhkan.

Jadi, Antibiotik difteri adalah obat yang digunakan untuk mematikan bakteri difteri.

Apa fungsi antibiotik difteri?

Untuk mematikan bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyebabkan penyakit difteri.

Jenis antibiotik yang digunakan untuk mengobati difteri

Berdasarkan rekomendasi CDC, antibiotik yang digunakan untuk mengobati difteri adalah erythromycin dan penicillin.

Erythromycin diberikan secara oral lewat mulut bagi mereka yang bisa menelan, atau lewat suntikan dengan dosis 40 mg/kg/hari maksimal 2 gr/hari, diberikan selama 14 hari.

Procaine penicillin G (Benzylpenicillin) diberikan melalui injeksi intramuskular dengan dosis 300.000 unit selama 12 jam untuk mereka dengan berat badan 10 kg ke bawah, dan 600.000 unit untuk mereka yang memiliki berat badan di atas 10 kg.

Bagi penderita difteri yang masih bisa menelan diberikan penicillin V (Phenoxymetil Penicillin) secara oral dengan dosis 250 mg 4 kali sehari.

Siapa saja yang harus mendapat antibiotik difteri?

Antibiotik diberikan kepada penderita difteri, untuk mematikan bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyebabkan penyakit.

Selain itu antibiotik difteri juga diberikan pada keluarga dan orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan penderita.

Pasien yang diduga terkena difteri (suspect difteri) juga harus diberikan antibiotik.

Apa itu antitoksin difteri?

Antitoksin difteri adalah obat yang digunakan untuk menetralisir racun yang diproduksi oleh bakteri difteri.

Gejala awal difteri memang umumnya hanya terlihat seperti sakit tenggorokan dan demam biasa, namun akan menjadi sangat berbahaya jika bakteri difteri sudah mengeluarkan racun yang bernama exotoxin.

Untuk bisa membedakan antara sakit tenggorokan biasa dengan sakit tenggorokan karena difteri, kami sarankan Anda membaca artikel ini:

Perbedaan Difteri, Radang Tenggorokan, dan Amandel (Tonsilitis)

Antitoksin difteri pertama kali digunakan pada tahun 1891 di Amerika Serikat.

Proses pembuatannya dilakukan dengan memanfaatkan kuda, produk akhirnya berupa serum.

Di Indonesia, serum difteri dinamakan dengan ADS (Anti Difteri Serum).

Jika Anda ingin mengetahui bagaimana serum anti difteri dibuat dan apa isi kandungan di dalamnya, mungkin artikel ini bisa membantu:

Serum Difteri: Manfaat, Harga, Pembuatan & Penggunaanya

Apa fungsi antitoksin difteri?

Antitoksin difteri berfungsi untuk menetralisir exotoxin yang dihasilkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.

Antitoksin harus diberikan sesegera mungkin saat pasien positif terkena difteri. Hal ini dikarenakan racun difteri ini bersifat sangat ganas.

Ia bisa membunuh sel-sel hidup, merusak sistem saraf, dan dapat menyebabkan gagal jantung.

Itulah alasan mengapa difteri termasuk penyakit yang sering menyebabkan kematian.

bahaya bakteri corynebacterium diphtheriae penyebab penyakit difteri yang mewabah

Para ahli juga menyarankan jika ciri dan gejala difteri pada orang dewasa maupun anak-anak sudah ditemukan maka antitoksin sebaiknya diberikan guna mencegah penyakit jadi lebih parah.

Siapa yang harus diberikan antitoksin difteri?

Antitoksin difteri harus diberikan baik pada mereka yang dinyatakan positif terkena difteri maupun suspect difteri.

Cara kerja antibiotik dan antitoksin difteri

Penicillin berfungsi untuk menghancurkan dan mematikan bakteri difteri. Cara kerjanya adalah dengan menghancurkan dinding sel bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bakteri mati.

Sedangkan erythromycin bekerja dengan cara menghambat produksi protein pada bakteri. Hal ini akan menyebabkan bakteri difteri tidak mampu untuk tumbuh, memperbaiki kerusakan selnya, dan memperbanyak diri.

Jadi kedua antitiobik yang digunakan untuk mengobati difteri ini bekerja dengan cara menghentikan perkembangbiakan bakteri lalu kemudian menghancurkannya.

Sedangkan antitoksin difteri bekerja dengan cara mentralisir exotoxin yang masih beredar dalam darah (unbound). Antitoksin difteri tidak bisa menetralisir racun yang sudah masuk ke dalam sel.

Itulah mengapa penanganan difteri harus dilakukan dengan cepat, selagi toksin belum menyebabkan kerusakan yang parah pada sel.

Bagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda. Sharing is caring!

Referensi:

  • https://www.cdc.gov/diphtheria/about/diagnosis-treatment.html
  • http://www.immunize.org/catg.d/p4203.pdf