Asam Urat: Penyebab, Ciri, Gejala, Pantangan & Cara Mengobati

Penyakit asam urat adalah penyakit yang menimbulkan rasa nyeri pada persendian, terjadi ketika asam urat dalam darah menumpuk dan mengkristal.

Penyakit asam urat disebut juga dengan nama penyakit gout, sementara kadar asam urat yang tinggi di dalam darah disebut dengan hyperuricemia.

Kedua istilah di atas saling berkaitan namun tidak sama. Agar tidak ambigu, mari kita bahas terlebih dahulu secara singkat.

Orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darahnya belum tentu mengalami penyakit asam urat. Kondisi di mana asam urat tinggi namun tidak menimbulkan gejala sakit ini dinamakan dengan hyperuricemia asymptomatic.

Sedangkan kadar asam urat tinggi yang menimbulkan gejala penyakit disebut dengan hyperuricemia symptomatic. Salah satu penyakit yang ditimbulkannya itulah penyakit asam urat/ gout.

Masih ada beberapa penyakit lain yang bisa ditimbulkan hyperuricemia symptomatic seperti batu ginjal, hipertensi, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gangguan metabolisme.

Dari mana asam urat berasal?

Senyawa asam urat disebut dengan uric acid, yang merupakan senyawa turunan purin dengan rumus kimia C₅H₄N₄O₃.

Singkatnya, asam urat itu merupakan produk sampingan dari pencernaan purin.

Apa itu purin?

Purin adalah senyawa organik yang secara alami ada pada makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan.

Ketika dimakan, purin akan dicerna menjadi asam urat dan masuk ke aliran darah.

Pada kondisi normal, asam urat akan dibuang oleh ginjal sehingga jumlahnya tidak berlebih.

Namun ketika tubuh tidak mampu mengontrol kadar asam urat dalam darah, di saat itulah peluang penyakit terjadi.

Penyebab penyakit asam urat

Penyakit asam urat atau gout terjadi ketika uric acid menumpuk dan membentuk kristal seperti jarum-jarum kecil.

kristal asam urat di sendi jempol kaki

Kristal ini menumpuk pada persendian dan jaringan di sekitarnya lalu memicu terjadinya inflamasi dan menyebabkan rasa nyeri.

Bagian tubuh yang bisa terserang asam urat meliputi lutut, pergelangan kaki, sendi kaki, tangan, pergelangan tangan, jari-jari, dan siku.

Berapa kadar asam urat normal dan berapa kadarnya yang bisa menyebabkan penyakit?

Kadar asam urat normal pada laki-laki berbeda dengan perempuan.

Untuk mengetahuinya Anda harus melakukan pengujian sampel darah.

Saat ini sudah banyak dijual alat pengukur asam urat digital yang bisa Anda beli pasaran, alat ini mungkin sangat membantu untuk memantau kadar asam urat Anda secara berkala.

Sebagai patokan, berikut ini adalah kadar asam urat normal untuk laki-laki dan perempuan maupun anak-anak:

  • Kadar asam urat normal untuk laki-laki: 2 – 7,5 mg/dL
  • Kadar asam urat normal untuk perempuan: 2 – 6,5 mg/dL
  • Kadar asam urat normal pada anak laki-laki: 3,6-5,5 mg/dL
  • Kadar asam urat normal pada anak perempuan: 3,6-4 mg/dL

Untuk mereka yang sudah berusia 40 tahun ke atas, rentang normalnya berubah menjadi 2 – 8,5 mg/dL untuk laki-laki, dan 2 – 8 mg/dL untuk perempuan.

Ciri dan gejala asam urat

Berikut ini adalah beberapa ciri dan gejala umum seseorang terkena asam urat:

  1. Mengalami rasa nyeri mendadak pada persendian yang terjadi pada tengah malam atau pagi hari saat bangun tidur.
  2. Sendi menjadi kaku dan sakit bila digerakkan.
  3. Bagian persendian yang nyeri terlihat agak bengkak dan memerah, biasanya sakit bila disentuh.
  4. Kaki sering kesemutan.
  5. Muncul sensasi panas pada persendian, terutama pada kaki.

Gejala penyakit asam urat biasanya muncul secara mendadak dan tidak bisa diprediksi.

Rasa nyeri sering kali muncul dimulai dari bagian jempol kaki, namun bila tidak diobati ia bisa menyebar hingga ke lutut, pergelangan kaki, tangan, siku, sendi-sendi pada pergelangan tangan dan jari-jari.

Cara mengobati asam urat

Mengobati asam urat dilakukan untuk mengurangi gejala sakitnya lalu mencegahnya agar tidak kambuh lagi.

Untuk meredakan rasa nyeri pada persendian yang muncul akibat asam urat biasanya dokter akan meresepkan obat pereda nyeri (pain killer) seperti aspirin, naproxen, dan ibuprofen.

Mengompres bagian yang sakit dengan es batu mungkin juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri.

Beberapa jenis obat asam urat lain yang digunakan dokter untuk mengatasi dan menurunkan asam urat di antaranya:

  • Indomethacin: pereda nyeri yang kuat, termasuk dalam jenis obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Colchicine, Corticosteroids: obat untuk meredakan inflamasi.
  • Probenecid: membantu ginjal mengeluarkan asam urat berlebih dari darah.
  • Pegloticase: membantu menurunkan asam urat.
  • Allopurinol, Febuxostat: obat untuk mengurangi produksi asam urat.
  • Lesinurad: membantu mengeluarkan asam urat lewat urin.

Jenis obat-obatan di atas digunakan hanya untuk mengatasi penyakit asam urat yang muncul secara mendadak dan menimbulkan rasa nyeri yang parah.

Sementara untuk mengobati asam urat secara permanen bisa dikatakan belum ada obatnya.

Tapi jangan berkecil hati, dengan mengontrol pola makan dan menghindari pantangan-pantangan bisa membantu Anda terbebas penyakit ini.

Cara mencegah dan menurunkan asam urat

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah agar asam urat tidak naik:

1. Hindari makanan pantangan asam urat

Menghindari makanan yang dapat menaikkan asam urat adalah cara menurunkan asam urat yang paling efektif dan mudah.

Beberapa makanan yang tinggi purin di bawah ini sebaiknya dihindari/ dikurangi:

  1. Jeroan, contohnya babat, usus, limpa, hati, jantung, lidah, dan otak.
  2. Seafood, contohnya ikan sarden, kerang, remis, dan ikan tuna.
  3. Daging merah seperti sapi, kambing, babi.
  4. Sayuran yang mengandung tinggi purin, contohnya kembang kol, kacang polong, buncis, bayam, asparagus, dan jamur.
  5. Makanan atau minuman yang mengandung tinggi fruktosa seperti soft drink, sirup, dan minuman kemasan lainnya.
  6. Jenis daging putih seperti kalkun, entok, dan kelinci sebaiknya juga dihindari.

2. Jauhi alkohol

Minuman beralkohol juga termasuk pantangan asam urat yang harus Anda hindari.

Alkohol dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi sehingga memungkinkan ginjal kesulitan mengeluarkan asam urat dari darah.

Orang yang mengidap asam urat sangat dianjurkan untuk berhenti minum alkohol.

3. Konsumsi sayur dan buah yang bisa menurunkan asam urat

Beberapa jenis buah yang memiliki kemampuan menurunkan asam urat seperti buah ceri, blueberry, dan strawberry sangat baik untuk dikonsumsi.

Selain itu buah yang memiliki kandungan enzim bromealin seperti nanas juga bisa membantu menurunkan inflamasi.

Enzim bromealin memiliki kemampuan untuk memecah protein yang bertanggung jawab terhadap terjadinya inflamasi pada penderita asam urat.

Untuk membantu kerja ginjal dalam membuang zat uric acid dari dalam tubuh, air rebusan daun seledri juga bisa diminum secara rutin.

4. Menjaga berat badan

Para ahli berpendapat jika ada hubungan antara kelebihan berat badan dengan tingginya asam urat pada seseorang.

Bagi Anda yang mengalami kelebihan berat badan mungkin bisa segera memulai program diet untuk mendapatkan berat yang ideal.

5. Minum air putih yang cukup

Air adalah elemen penting yang digunakan tubuh untuk mengeluarkan zat-zat racun dan zat lain yang tidak diperlukan lewat urin dan keringat.

Dengan minum air putih yang cukup setiap hari berarti Anda sudah menjaga proses ini agar tetap berjalan lancar, termasuk proses pembuangan zat asam urat oleh ginjal.

6. Menjaga pH darah

Kadar keasaman darah yang terlalu tinggi dinamakan dengan penyakit asidosis, hal ini juga bisa menyebabkan naiknya asam urat.

Untuk itu tingkat keasaman darah harus tetap dijaga agar penyakit ini tidak menyerang.

pH yang normal bagi darah manusia adalah 7,35-7,45, jika rendah dari itu maka sudah termasuk dalam gangguan asidosis sedangkan lebih tinggi dinamakan alkalosis.

Caranya menjaga pH darah yaitu dengan menambahkan bahan makanan yang bisa menjaga alkali dalam darah seperti apel, cuka sari apel, buah ceri, baking soda, dan lemon ke dalam menu diet Anda.

***

Bagikan artikel ini di akun sosmed Anda agar yang lain tahu. Sharing is caring!

Referensi:

  • https://www.livestrong.com/article/409060-normal-range-of-uric-acid-levels-in-the-blood/
  • https://www.livestrong.com/article/207342-high-uric-acid-foods-list/
  • https://www.webmd.com/arthritis/understanding-gout-treatment