3 Cara Mencegah Penyakit Difteri Paling Ampuh

Mencegah penyakit difteri lebih mudah daripada mengobatinya karena difteri merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat berujung pada kematian.

Difteri adalah penyakit infeksi yang sangat menular, penyebaran difteri pada suatu komunitas yang tidak memiliki kekebalan secara merata sangat mudah terjadi.

Di Indonesia sendiri, difteri sebenarnya sudah lama hilang. Namun kembali menjangkit dan mewabah sejak tahun 2007 silam.

Lihat grafik jumlah kasus difteri di Indonesia dari tahun ke tahun berikut ini:

kasus difteri dari tahun ke tahun 2007 2017 di Indonesia

Terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, puncaknya terjadi outbreak pada tahun 2012 dengan 1.192 kasus.

Lalu difteri kembali membuat Indonesia kewalahan sepanjang tahun 2017 lalu, wabah difteri kembali terjadi di 170 kabupaten-kota pada 30 provinsi. Kementrian kesehatan mencatat ada 948 total kasus dengan 44 orang penderita meninggal dunia.

Apa yang menyebabkan difteri mewabah kembali?

Difteri bukanlah jenis penyakit baru. Difteri sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan menjangkiti banyak negara di berbagai belahan dunia.

Namun sejak diperkenalkannya vaksin difteri pada tahun 1920-an, kasus difteri semakin menurun dari tahun ke tahun.

Di Indonesia, kasus difteri nyaris sudah tidak ada lagi sejak tahun 1990-an, namun kemudian kembali muncul dan mewabah sejak tahun 2007.

Yang jadi pertanyaan, apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi? Mengapa difteri yang dulu sudah dinyatakan hilang bisa kembali mewabah?

Para ahli mengatakan penyebab difteri kembali mewabah adalah karena adanya kesenjangan imunitas pada masyarakat atau yang disebut juga dengan immunity gap.

Kesenjangan imunitas ini terjadi karena rendahnya cakupan imunisasi. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi, serta adanya sebagian kelompok yang menolak vaksin menyebabkan kekebalan terhadap penyakit difteri menjadi tidak merata.

Masyarakat yang tidak memiliki imunitas atau kekebalan ini bisa menjadi awal kemunculan difteri, lalu kemudian menularkan kepada orang-orang disekitarnya.

Jika rantai penularan ini terus berlanjut maka terjadilah wabah.

Cara ampuh mencegah wabah difteri

Berikut ini adalah cara mencegah difteri yang paling ampuh:

1. Melakukan imunisasi difteri lengkap

mencegah difteri dengan cara imunisasi DPT lengkap dan vaksin booster

Cara mencegah penyakit difteri yang paling efektif adalah dengan imunisasi. Mengapa? Karena imunisasi memberikan tubuh kita kekebalan yang sifatnya spesifik terhadap penyakit tertentu, dalam hal ini adalah difteri.

Orang yang sudah diimunisasi, akan memiliki antibodi yang sudah siap untuk melawan difteri. Jadi ketika serangan difteri datang kita tidak terkena.

Di Indonesia program imunisasi difteri atau yang lebih sering disebut dengan imunisasi DPT sudah mulai diberikan pada anak mulai dari usia 2 bulan sampai usia sekolah dasar.

Jika program ini diikuti secara lengkap, maka anak diharapkan akan memiliki kekebalan terhadap difteri.

Bagi Anda para orang tua yang ingin mengetahui jadwal lengkap dan usia berapa saja anak Anda harus diimunisasi difteri, artikel ini mungkin dapat membantu:

Jadwal Lengkap Imunisasi DPT Untuk Anak Di Indonesia

Tidak cukup hanya mendapat imunisasi difteri dari program pemerintah itu saja, imunisasi difteri juga harus diulang ketika dewasa.

Hal ini dikarenakan kekebalan yang diperoleh hanya bertahan secara optimal selama 10 tahun, setelah itu akan menurun perlahan seiring bertambahnya usia.

Untuk itulah orang dewasa juga perlu mendapat vaksin penguat (booster) setiap 10 tahun sekali.

Bagi Anda yang belum tahu jadwal dan aturan imunisasi difteri untuk orang dewasa silahkan baca dulu artikel ini:

Jadwal Imunisasi Difteri Untuk Orang Dewasa

2. Menghindari kontak langsung dengan penderita difteri

Cara mencegah dan menghindari penyakit difteri yang kedua adalah dengan menghindari kontak langsung dengan penderita difteri.

Hal ini sudah menjadi prosedur standar dalam menangani pasien difteri. Orang yag positif terkena difteri harus diisolasi agar tidak menyebarkan penyakit kepada orang lain disekitarnya.

Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga yang terkena difteri, maka prosedur ini harus benar-benar dipatuhi.

3. Memutus rantai penularan

Cara mencegah penyakit difteri yang ketiga adalah dengan memutus rantai penularan.

Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain.

gambar bakteri difteri di bawah mikroskop

Bakteri ini bisa berpindah melalui repiratory droplet seperti air ludah dan ingus orang yang sudah terinfeksi.

Karena itulah saat salah satu anggota keluarga dinyatakan positif terkena difteri maka seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah harus ikut diperiksa.

Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan difteri, pasalnya orang yang terlihat sehat juga bisa menjadi pembawa bakteri yang kemudian dapat menular kepada orang lainnya.

Orang sehat namun membawa bakteri difteri ini disebut juga dengan istilah carrier difteri.

Apabila terbukti terinfeksi, maka harus diisolasi, kemudian diberikan antibiotik difteri dan serum difteri sampai benar-benar bersih.

Apakah difteri bisa dicegah secara alami?

Mungkin Anda masih sering mendengar ada sebagian orang yang menganggap jika menjalankan pola hidup sehat saja sudah cukup untuk menghindari bahaya difteri. Tapi perlu diketahui jika anggapan seperti ini tidak sepenuhnya benar.

Menjalankan pola hidup sehat memang sesuatu yang sangat baik, bahkan dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap orang. Namun penyakit difteri berada pada level yang berbeda, menjalankan hidup sehat saja tidak cukup untuk menangkal penyakit yang satu ini.

Jadi bisa dikatakan jika cara mencegah difteri secara alami itu tidaklah seefektif imunisasi, karena menjalankan pola hidup sehat saja tidak bisa memberikan tubuh kita kekebalan spesifit terhadap penyakit difteri.

***

Bantu kami mengedukasi lebih banyak orang lagi dengan membagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda. Sharing is caring!