7 Cara Menstabilkan Hormon Penyebab Jerawat

Cara menstabilkan hormon penyebab jerawat adalah pengetahuan penting bagi Anda yang ingin menghilangkan jerawat karena hormon tidak seimbang.

Bisa dikatakan, jerawat yang muncul pada wajah itu sebenarnya terjadi karena adanya “error” pada tubuh kita.

Secara alami di dalam tubuh manusia terdapat banyak kelenjar, dan tiap kelenjar tersebut menghasilkan senyawa tertentu yang diperlukan oleh tubuh.

Pada kulit terdapat kelenjar yang bernama sebasea, fungsinya adalah untuk menghasilkan sebum yakni senyawa minyak sebagai pelumas alami agar kulit tetap terjaga kelembapannya.

Jika sebum yang dihasilkan oleh kelenjar sebasea ini jumlahnya pas dan seimbang, maka kulit akan terjaga kesehatannya.

Masalahnya, pada suatu kondisi tertentu sebasea bisa menjadi “error” dan memproduksi sebum lebih banyak dari yang dibutuhkan, akibatnya terjadilah kelebihan minyak pada kulit.

Saat kelebihan minyak ini bertemu dengan sel kulit mati dan kotoran, maka ia akan menyebabkan saluran keluar sebum menjadi tersumbat. Ini adalah awal dari munculnya jerawat.

Karena sebum terus diproduksi sementara saluran keluarnya tersumbat maka terjadilah penumpukan sebum yang menyebabkan benjolan di bawah kulit. Disaat inilah kemudian bakteri P. acne menginfeksi.

Dan boom! Jadilah ia jerawat.

Pertanyaannya, apakah yang menyebabkan “error” pada kelenjar sebasea tersebut?

Salah satu penyebabnya adalah HORMON.

Mengenal hormon penyebab jerawat

Hormon adalah senyawa protein yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, berfungsi untuk mengaktifkan atau mempercepat kerja suatu organ maupun fungsi tertentu dalam tubuh manusia.

Bicara soal jerawat, ada satu jenis hormon pada tubuh manusia yang sering diyakini sebagai penyebab munculnya jerawat, yakni hormon androgen.

Tidak seimbangnya jumlah hormon androgen, dalam hal ini jumlahnya yang naik menjadi terlalu tinggi adalah penyebab munculnya jerawat hormonal. Pembahasan kita akan fokus pada permasalahan ini.

Hormon androgen adalah hormon khas pria yang juga terdapat pada wanita.

Androgen berperan dalam perkembangan organ reproduksi dan ciri khas gender seperti perkembangan testis dan pembentukan sperma pada pria, memacu perkembangan massa otot, mengatur tumbuhnya rambut baik pada pria dan wanita, sebagai prekursor hormon gender pada wanita yakni estrogen dan progesteron, serta memberikan ciri khas sekunder pada pria seperti tumbuhnya jakun, kumis, janggut, otot, dan suara yang membesar.

Lalu apa hubungannya hormon androgen tidak seimbang dengan munculnya jerawat?

Hormon androgen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kerja kelenjar sebasea pada kulit. Jika jumlahnya meningkat, maka kelenjar sebasea akan menjadi lebih aktif.

Tadi sudah dijelaskan jika kelenjar sebasea berfungsi sebagai penghasil sebum (minyak), maka ketika ia menjadi lebih aktif maka sebum yang dihasilkan juga akan menjadi lebih banyak.

Jadi sederhananya, kenaikan hormon androgen akan menyebabkan produksi minyak pada kulit meningkat.

Itulah alasan mengapa remaja dalam masa pubertas seringkali mengalami masalah kulit wajah yang berminyak, karena pada masa ini hormon androgen mereka sedang meningkat dan cenderung tidak stabil.

Balik lagi ke masalah kaitan kenaikan hormon androgen dengan munculnya jerawat, jadi ketika sebum meningkat maka otomatis risiko munculnya jerawat juga akan meningkat.

Ketika minyak dalam jumlah berlebih ini bertemu dengan kotoran dan sel kulit mati maka tersumbatlah pori-pori – sebum menumpuk – selanjutnya datanglah P. acne menginfeksi – dan terjadilah jerawat.

Sampai di sini Anda sudah paham mengapa kenaikan hormon bisa menimbulkan jerawat. Selanjutnya yang tak kalah penting kita juga harus bahas kapan saja hormon androgen ini naik dan bagaimana cara mengatasinya.

Kapan saja hormon androgen pada manusia mengalami kenaikan?

Masa pubertas pada remaja adalah waktu di mana hormon androgen mengalami kenaikan. Di masa ini hormon androgen membantu proses pematangan organ reproduksi baik pada remaja laki-laki maupun perempuan, juga membentuk ciri khas gender.

Anak laki-laki yang dulunya memiliki suara kecil akan mulai berubah menjadi besar, diikuti dengan tumbuhnya rambut di berbagai daerah pada tubuh seperti janggut, kumis, dan rambut ketiak.

Karena jumlah hormon androgen meningkat maka akan berdampak pada lebih aktifnya kelenjar sebasea dalam memproduksi minyak. Akibatnya kulit remaja akan menjadi lebih berminyak dan rentan terhadap jerawat.

Selain pada saat pubertas, berikut ini adalah masa di mana hormon androgen juga akan mengalami kenaikan:

  1. Menjelang menstruasi

  2. Menopause

  3. Saat hamil

  4. Stres

  5. Obesitas

  6. Pengaruh makanan

Cara menstabilkan hormon yang menyebabkan jerawat

Untuk menurunkan hormon penyebab jerawat yang tinggi di dalam tubuh, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan mulai dari yang paling mudah hingga menggunakan obat.

Berikut ini adalah 7 cara menstabilkan hormon penyebab jerawat:

1. Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat

makanan tinggi gula pantangan untuk menstabilkan hormon penyebab jerawat

Mengurangi perubahan hormon penyebab jerawat dengan cara diet gula dan karbohidrat adalah langkah awal yang paling mudah untuk Anda lakukan.

Makanan yang mengandung gula dan karbohidrat tinggi, keduanya sama-sama dapat meningkatkan jumlah hormon kortisol dan estrogen dalam tubuh. Yang mana kedua hormon ini sering dikaitkan dengan penyebab munculnya jerawat.

Cobalah untuk melakukan diet gula dan karbo selama beberapa minggu, lihat apakah ada perubahan yang signifikan dari jerawat hormon Anda?

Jika iya, maka cara menstabilkan hormon yang pertama ini cocok untuk Anda.

2. Kelola stress

kelola stres untuk mengurangi hormon penyebab jerawat hormonal

Emosi dan hormon adalah dua hal yang saling berhubungan.

Ketika emosi tidak seimbang seperti misalnya karena stres, maka fungsi dalam tubuh juga akan ikut terganggu termasuk produksi hormon.

Saat sedang stres, produksi hormon menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu Anda harus pandai mengelola stres.

Cobalah untuk melakukan interaksi sosial dengan orang-orang yang positif, meluangkan waktu untuk liburan, dan jangan menyimpan masalah sendiri sehingga stres bisa dihindari.

3. Perbanyak konsumsi makanan berserat

makanan tinggi serat yang baik untuk menurunkan hormon penyebab jerawat

Kelebihan hormon akan di detoks oleh hati kemudian dibuang bersama sisa pencernaan lainnya, namun tubuh memiliki kemampuan untuk menariknya kembali karena masih menganggap jika hormon ini bisa digunakan dikemudian hari.

Serat memiliki kemampuan untuk mengikat hormon yang sudah dibuang sehingga tidak ditarik kembali oleh tubuh. Dengan demikian hormon yang sudah di detoks akan terbuang keluar dari tubuh.

4. Kurangi makan goreng-gorengan

makanan goreng gorengan penyebab hormon jerawat naik

Selain memperbanyak konsumsi serat, Anda juga disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.

Minyak yang dipanaskan pada makanan yang digoreng akan mengalami oksidasi sehingga mengalami perubahan bentuk.

Lemak pada minyak goreng yang teroksidasi ini dapat berubah menjadi xenoestrogen, senyawa dari luar tubuh yang menirukan estrogen. Hal ini sering dicurigai sebagai pemicu munculnya jerawat.

Selain itu kelebihan minyak yang masuk melalui makanan gorengan akan dikeluarkan dari tubuh baik melalui feses maupun kulit.

Jika dikeluarkan melalui kulit tentu saja akan membuat kulit menjadi lebih berminyak dan risiko jerawatan pun meningkat.

Tidak hanya goreng-gorengan saja, beberapa makanan berikut ini juga sangat berisiko menyebabkan jerawat hormonal:

5 Jenis Makanan Pemicu Jerawat Hormonal

5. Olahraga di pagi hari

olahraga di pagi hari baik untuk menurunkan hormon penyebab jerawat yang tinggi

Olahraga dipagi hari juga akan membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh.

Saat berolahraga, peredaran darah akan menjadi lebih lancar sehingga stres menjadi berkurang.

Selain itu berolahraga dipagi hari juga membuat Anda terpapar sinar matahari secara langsung, yang mana hal ini sangat baik untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D.

Vitamin D tidak hanya bermanfaat untk kesehatan dan kekuatan tulang, namun vitamin D juga dianggap sebagai pro-hormon yang memiliki banyak manfaat.

Beberapa diantaranya seperti menstabilkan kadar gula juga mengurangi depresi ringan.

6. Menggunakan pil KB

Untuk wanita yang mengalami jerawat karena masalah hormon tidak stabil dapat menggunakan pil KB.

Pil KB dapat meningkatkan produksi SBHG (sex hormone binding globulin) yang berperan dalam menyerap hormon testosteron bebas dalam darah. Yang mana kelebihan testosteron ini dapat menyebabkan kulit memproduksi sebum lebih banyak.

Pil KB yang digunakan untuk mengatasi masalah jerawat adalah yang mengandung ethinylestradiol dan beberapa campuran zat lain. Mungkin pada masa awal penggunaan pil KB jerawat akan bertambah karena adanya perubahan hormon, namun setelah tubuh mulai menyesuaikan gejala ini akan membaik.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut mengenai penggunaan pil KB ini.

7. Obat antiandrogen dari dokter

Jika masalah jerawat hormon Anda sudah cukup parah, maka langkah yang terbaik adalah dengan mengunjungi dokter.

Dokter akan melakukan diagnosa dan mempertimbangkan untuk memberikan obat antiandrogen.

Obat antiandrogen berguna untuk menyeimbangkan kadar hormon androgen dalam tubuh Anda yang menjadi penyebab jerawat tersebut.

***

Bagikan artikel ini kepada mereka yang membutuhkan. Sharing is caring!