Jadwal & Usia Yang Tepat Suntik Imunisasi Difteri Pada Anak

Jadwal imunisasi difteri pada anak sudah ditetapkan dalam program wajib imunisasi dari pemerintah.

Karena itu Anda sebagai orang tua haruslah paham kapan dan usia berapa saja anak Anda harus mendapatkan imunisasi difteri, agar anak mendapat imunisasi yang lengkap.

Karena dengan memberikan imunisasi secara lengkap pada anak, akan membuat mereka terhindar dari berbagai penyakit menular seperti difteri yang saat ini sedang mewabah.

Artikel ini akan membantu Anda memahami jadwal dan berapa usia anak yang tepat untuk imunisasi difteri.

jadwal dan usia berapa suntik imunisasi difteri pada anak

Jadwal imunisasi difteri untuk anak di Indonesia

Berikut ini adalah jadwal imunisasi difteri pada anak di Indonesia:

1. Imunisasi dasar

Imunisasi difteri mulai diberikan pada anak mulai dari program imunisasi dasar, yang sering disebut juga dengan DPT 1, DPT 2, dan DPT 3, yakni pada usia:

  • Usia 2 bulan

  • Usia 3 bulan

  • Usia 4 bulan

Vaksin yang diberikan: DPT-HB-Hib (pentavalen).

Fungsi imunisasi: untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b secara simultan.

Cara pemberian dan dosis: Vaksin harus disuntikkan secara intramuskular pada anterolateral paha atas. Satu dosis anak adalah 0,5 ml.

Efek samping:

Reaksi lokal sementara, seperti bengkak, nyeri, dan kemerahan pada lokasi suntikan, disertai demam dapat timbul dalam sejumlah besar kasus. Kadang-kadang reaksi berat, seperti demam tinggi, irritabilitas (rewel), dan menangis dengan nada tinggi dapat terjadi dalam 24 jam setelah pemberian.

Penanganan efek samping setelah imunisasi:

  • Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
  • Jika demam, kenakan pakaian yang tipis.
  • Bekas suntikan yang sakit/ nyeri dapat dikompres air dingin.
  • Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
  • Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
  • Jika reaksi memberat dan menetap bawa bayi ke dokter.

Gambar jadwal pelaksanaan imunisasi dasar

jadwal imunisasi difteri untuk anak Indonesia usia berapa yang tepat untuk suntik difteri

2. Imunisasi lanjutan

Jadwal pemberian imunisasi difteri yang selanjutnya akan dilakukan pada imunisasi lanjutan.

Program imunisasi lanjutan merupakan imunisasi ulangan yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan tubuh sekaligus memperpanjang masa perlindungan.

Imunisasi lanjutan ini biasanya diberikan pada balita, anak usia sekolah dasar, serta wanita dalam usia subur.

Jadwal imunisasi difteri lanjutan pada usia balita

  • Usia: 18 bulan

  • Vaksin yang diberikan: DPT-HB-Hib

Jadwal imunisasi difteri lanjutan pada usia sekolah

  • Kelas 1 SD. Vaksin yang diberikan: DT

  • Kelas 2 SD. Vaksin yang diberikan: Td

  • Kelas 5 SD. Vaksin yang diberikan: Td

Keterangan vaksin DT

Deskripsi: Suspensi kolodial homogen berwarna putih susu mengandung toksoid tetanus dan toksoid difteri murni yang terabsorpsi ke dalam alumunium fosfat.

Indikasi: Pemberian kekebalan simultan terhadap difteri dan tetanus pada anak-anak.

Cara pemberian dan dosis: Secara intramuskular atau subkutan dalam (di suntik pada lengan), dengan dosis 0,5 ml. Dianjurkan untuk anak usia di bawah 8 tahun.

Kontra indikasi:Hipersensitif terhadap komponen dari vaksin.

Efek Samping: Gejala-gejala seperti lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara, dan kadang-kadang gejala demam.

Penanganan Efek samping setelah suntik:

  • Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum anak lebih banyak.
  • Jika demam, kenakan pakaian yang tipis
  • Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin
  • Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam)
  • Anak boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.

Keterangan vaksin Td

Deskripsi: Suspensi kolodial homogen berwarna putih susu mengandung toksoid tetanus dan toksoid difteri murni yang terabsorpsi ke dalam alumunium fosfat.

Indikasi: Imunisasi ulangan terhadap tetanus dan difteri pada individu mulai usia 7 tahun.

Cara penyuntikan dan dosis:

Disuntikkan secara intramuskular atau subkutan dalam (biasanya pada lengan bagian atas), dengan dosis pemberian 0,5 ml.

Kontra indikasi: Individu yang menderita reaksi berat terhadap dosis sebelumnya.

Efek samping: Pada uji klinis dilaporkan terdapat kasus nyeri pada lokasi penyuntikan (20–30%) serta demam (4,7%)

Tabel jadwal imunisasi difteri lengkap pada anak

UsiaJenis ImunisasiVaksin Yang Diberikan
2 bulanImunisasi dasarDPT-HB-Hib
3 bulanImunisasi dasarDPT-HB-Hib
4 bulanImunisasi dasarDPT-HB-Hib
18 bulanImunisasi lanjutan 1DPT-HB-Hib
Kelas 1 SDImunisasi lanjutan 2DT
Kelas 2 SD Imunisasi lanjutan 2Td
Kelas 5 SDImunisasi lanjutan 2Tdap/Td

Bagaimana jika imunisasi difteri tidak lengkap atau terlambat?

Ini yang sering menjadi pertanyaan, namun sebagai orang tua Anda tidak usah bingung.

Berikut ini keterangan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

Apabila imunisasi DPT terlambat diberikan, berapa pun interval keterlambatannya, jangan mengulang dari awal, tetapi lanjutkan imunisasi sesuai jadwal.

Bila anak belum pernah diimunisasi dasar pada usia <12 bulan, lakukan imunisasi sesuai imunisasi dasar baik jumlah maupun intervalnya.

Bila pemberian DPT ke-4 sebelum ulang tahun ke-4, pemberian ke-5 paling cepat diberikan 6 bulan sesudahnya. Bila pemberian ke-4 setelah umur 4 tahun, pemberian ke-5 tidak diperlukan lagi.

Agar lebih yakin lagi, Anda bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter perihal keterlambatan imunisasi difteri pada anak Anda ini.

Baca juga: Tanda-tanda & Gejala Awal Anak Terkena Difteri

Biaya imunisasi difteri

Biaya imunisasi difteri di puskesmas atau posyandu adalah gratis.

Mengapa biaya suntik difteri di puskesmas gratis? Karena imunisasi dasar dan lanjutan adalah program dari pemerintah, jadi biaya vaksin sudah disubsidi oleh pemerintah.

Mengapa anak perlu diimunisasi difteri?

Imunisasi difteri sangat penting untuk dilengkapi, bahkan para ahli menyarankan untuk melakukan booster setiap 10 tahun sekali.

Hal ini karena difteri adalah penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan anak-anak kita.

Difteri adalah penyakit yang di sebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang sifatnya sangat menular. Karena itu difteri sulit dicegah dengan cara lain, satu-satunya cara yang efektif adalah dengan imunisasi.

Bagikan artikel ini kepada orang-orang terkedat Anda. Sharing is caring!

Referensi:

  • http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
  • http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/InfoDatin-Imunisasi-2016.pdf
  • http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/03Buku-Ajar-Imunisasi-06-10-2015-small.pdf