Manfaat Bedak Bayi, Efek Samping, & Cara Penggunaan Yang Benar

Bedak bayi selalu masuk dalam daftar perlengkapan bayi baru lahir yang tak pernah ketinggalan. Para calon ibu selalu mempertimbangkan bedak bayi sebagai list wajib yang harus dipenuhi.

Namun dibalik itu, banyak yang belum paham betul manfaat apa yang tersimpan dalam bedak bayi, apa saja efek samping dan bahaya yang bisa ditimbulkannya.

Padahal, merawat bayi haruslah dilakukan dengan sangat hati-hati. Baiknya kita harus benar-benar paham apa yang kita berikan kepada bayi mungil kita, karena bayi jauh lebih sensitif dan lemah dibandingkan dengan orang dewasa.

Pada kesempatan kali ini kita akan coba angkat topik mengenai manfaat bedak bayi dan efek sampingnya, serta bagaimana cara menggunakannya yang benar.

manfaat dan efek samping bedak bayi yang harus diketahui

Manfaat Bedak Bayi

Sudah menjadi kebiasaan para ibu memberikan bedak setelah bayi mandi atau pada saat mengganti popok. Namun tahukah Bunda apa saja manfaat membedaki bayi?

Berikut ini adalah beberapa manfaat bedak bayi untuk bayi yang harus diketahui:

1. Menjaga kulit tetap kering

Manfaat bedak bayi yang pertama adalah untuk menjaga kulit bayi tetap kering. Karena kulit yang lembab terutama pada pantat dan bagian lipatan lainnya bisa menciptakan suasana yang kurang sehat pada kulit.

2. Mencegah biang keringat

Bedak juga berfungsi sebagai penyerap keringat dan mencegah munculnya biang keringat berupa bintik-bintik pada kulit.

3. Membuat kulit menjadi harum

Manfaat bedak bayi yang ketiga adalah membuat kulit tetap segar dan harum.

Cara memakai bedak bayi yang baik dan benar

Penggunaan bedak pada bayi memang masih menuai pro dan kontra.

Ada sebagian yang berpendapat jika bedak bayi tidak baik digunakan karena dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan.

Namun sebenarnya, pemakaian bedak bayi yang dilakukan dengan benar bisa menghindari terjadinya hal tersebut.

Agar Bunda bisa mendapatkan manfaat dari bedak sekaligus meminimalisir risiko efek sampingnya, berikut ini beberapa tips dalam memakai bedak bayi dengan cara yang benar:

1. Jangan langsung tabur bedak pada tubuh

Cara menggunakan bedak bayi yang benar pertama adalah jangan langsung taburkan bedak pada tubuh bayi.

Saat hendak membedaki bayi bedak harus ditaburkan ke tangan terlebih dahulu, kemudian ratakan pada tangan baru kemudian diusap secara perlahan ke tubuh bayi.

Saat menaburkan bedak ke tangan juga harus dilakukan jauh dari wajah bayi, usahakan tidak ada bedak yang beterbangan di udara.

Hal ini bertujuan untuk menghindari agar partikel bedak tidak terhirup oleh bayi karena ini bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan.

Apabila ini sudah dilakukan dengan benar, maka Bunda tidak perlu lagi khawatir dengan bahaya bedak bayi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan tersebut.

2. Jangan gunakan bedak sepanjang hari

Yang kedua, bedak bayi juga sebaiknya tidak digunakan sepanjang hari. Ada masanya kulit bayi dibiarkan alami tanpa adanya tambahan bahan-bahan lain.

Perlu Bunda ketahui jika kulit bayi lebh sensitif dari kulit orang dewasa sehingga lebih rentan terhadap iritasi. Karena itulah penggunaan bedak yang mengandung pewangi dan bahan kimia justru tidak bagus bila terlalu sering digunakan.

3. Hindari penggunaan bedak pada bayi prematur

Bayi yang lahir secara prematur memang tidak bisa disamakan dengan bayi yang lahir dengan normal, termasuk dalam hal pemberian bedak.

Pastikan dulu Bunda sudah melakukan konsultasi dengan dokter terkait boleh tidaknya pemberian bedak pada bayi yang lahir secara prematur.

4. Pilih bedak yang berbahan organik.

Tips menggunakan bedak bayi agar tidak berbahaya yang selanjutnya adalah memilih bedak yang terbuat dari bahan organik.

Bedak bayi yang terbuat dari tepung jagung (cornstrach) atau bahan organik lain seperti gandum dan beras memiliki partikel yang lebih besar bila dibandingkan dengan bedak biasa sehingga bisa meminimalisir bedak terhirup dan masuk ke paru-paru.

Selain itu bedak yang terbuat dari bahan tepung organik ini juga bisa menghindarkan dari risiko kanker.

5. Pilih bedak yang bebas talc

Talc atau talkum adalah salah satu bahan pembuat bedak yang selama ini sering dikampanyekan sebagai bahan berbahaya bagi bayi.

Alasan mengapa talc berbahaya karena ia terbuat dari berbagai mineral seperti silicon atau magnesium yang apabila terhirup dan menumpuk di paru-paru bayi dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Karena itulah sebelum membeli bedak, sebaiknya Bunda pertimbangkan untuk memilih bedak yang bebas talc.

6. Rajin membersihkan sisa-sisa bedak pada kulit bayi

Sisa-sisa bedak bayi yang menumpuk di kulit terutama pada bagian-bagian lipatan harus rajin dibersihkan.

Jangan biarkan sisa-sisa bedak terus mengendap dan bercampur dengan keringat, karena hal ini justru bisa memicu iritasi, ruam, alergi, hingga infeksi jamur.

Kapan bayi tidak boleh diberi bedak?

Memberikan bedak untuk bayi tidak harus dilakukan sepanjang waktu. Sebenarnya fungsi bedak hanyalah sebagai penyerap keringat dan mencegah terjadinya biang keringat.

Ada beberapa kondisi dimana bayi sebaiknya tidak diberikan bedak, diantaranya:

  1. Bayi lahir prematur
  2. Memiliki gangguan pernapasan
  3. Memiliki gangguan jantung
  4. Alergi terhadap bedak
  5. Mengalami gangguan saraf

Efek samping bedak bayi

Berikut ini adalah beberapa efek samping pemakaian bedak bayi yang harus diwaspadai:

1. Menyebabkan iritasi

Efek samping penggunaan bedak pada bayi yang pertama adalah dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Mungkin ini terdengar bertolak belakang dengan tujuan penggunaan bedak itu sendiri yakni sebagai pencegah terjadinya iritasi. Namun faktanya, penggunaan bedak secara berlebihan justru memicu terjadinya masalah tersebut.

Bedak akan menyerap kelembapan pada kulit bayi sehingga membuatnya menjadi kering. Dalam kondisi tertentu kulit yang terlalu kering dapat berujung pada gatal-gatal dan iritasi.

2. Memicu infeksi ragi (yeast infection)

Penggunaan bedak berbahan organik seperti tepung jagung dan gandum pada daerah yang berkeringat sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.

Karena jika endapan bedak yang bercampur dengan keringat dibiarkan terlalu lama akan menjadi tempat yang subur bagi tumbuhnya jamur.

Salah satu masalah yang paling umum muncul karena hal ini adalah infeksi ragi (yeast infection) yang dapat menyebabkan ruam dan gatal-gatal pada kulit.

3. Menyebabkan gangguan pernapasan

Bahaya bedak bayi yang ketiga adalah menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan.

Bayi sebaiknya tidak menghirup bedak yang dipakaikan padanya. Karena itulah sudah menjadi tugas wajib Bunda untuk menggunakan bedak secara hati-hati.

Terlalu sering menghirup bedak dapat menyebabkan bayi mengalami gangguan paru-paru seperti sesak napas hingga pneumonia.

4. Menyebabkan kanker

Ini adalah bahaya bedak bayi yang sering membuat para orang tua takut. Bedak bayi memang sering disebutkan sebagai salah satu pemicu kanker pada bayi, terutama yang didalamnya terlalu banyak mengandung bahan kimia.

Untuk meminimalisir hal tersebut maka Bunda bisa membeli bedak bayi yang bebas dari bahan kimia seperti talc.

Penggunaan bedak berbahan organik dengan cara yang benar bisa mencegah terjadinya bahaya kanker ini.

5. Iritasi mata

Efek samping bedak bayi yang terakhir adalah menyebabkan mata menjadi iritasi dan merah.

Penggunaan bedak yang ceroboh dan tidak hati-hati bisa saja menyebabkan bedak bertaburan dan masuk ke mata bayi.

Hal ini tidak boleh terjadi terlalu sering, karena akan berdampak tidak baik bagi kesehatan mata si bayi.

Nah Bunda, itulah tadi beberapa manfaat bedak bayi, efek samping, dan tips menggunakannya dengan baik dan benar.

Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan artikel ini kepada rekan-rekan Bunda yang lain ya.