Obat, Kosmetik, & Zat Kimia Penyebab Jerawat Yang Harus Diwaspadai

Sudah bosan dengan masalah jerawat yang tidak kunjung hilang? Sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi jerawat namun belum juga berhasil?

Mungkin ada yang Anda lewatkan…

Tanpa disadari, bahan-bahan yang bisa menyebabkan jerawat itu kadang ada di dekat kita.

Baik ia berasal dari obat-obatan, zat kimia, atau bahkan kosmetik yang dipakai sehari-hari.

Masalahnya banyak yang tidak tahu akan hal ini. Akibatnya masalah jerawat tak kunjung selesai, bahkan bertambah parah.

Nah daripada pusing pala berbi, yuk kita bahas bahan-bahan apa saja yang bisa menyebabkan jerawat dan bisa jadi ada di sekitar kita.

Berikut ini adalah obat-obatan, kosmetik, dan zat kimia yang bisa menyebabkan munculnya jerawat:

1. Silikon

silikon zat kimia pada kosmetik penyebab jerawat

Beberapa produk kosmetik yang sering dipakai sehari-hari biasanya mengandung bahan silikon.

Fungsinya adalah untuk melembutkan dan melicinkan kulit. Silikon juga bisa mengisi celah-celah pada kulit seperti keriput atau bopeng sehingga banyak dipakai pada bedak foundation.

Meskipun silikon ini bermanfaat untuk membuat polesan menjadi mulus, sayangnya di sisi lain ia juga bisa menyerap kelembapan kulit serta meninggalkan residu yang bisa menyumbat pori-pori.

Yang mana kedua hal tersebut adalah pemicu utama munculnya jerawat.

Lantas apakah silikon ini berbahaya dan tidak boleh dipakai sama sekali?

Tidak juga..

Solusi agar tetap aman memakai produk kosmetik berbahan silikon adalah dengan rutin membersihkannya setelah Anda selesai, orang-orang biasa melakukannya di malam hari.

Jadi sebelum Anda tidur, pastikan dulu sisa-sisa kosmetik di wajah sudah dibersihkan dengan sempurna.

Bila perlu gunakan pelembap malam untuk mengembalikan dan menjaga agar kulit tetap lembap dan sehat saat tidur.

Berikut ini adalah beberapa nama silikon yang sering digunakan pada produk kosmetik agar Anda mudah mengenalinya:

  1. Dimethicone
  2. Dimethicone copolyol
  3. Cyclomethicone
  4. Cyclo-Dimethicone

2. Petrokimia

petrokimia zat kosmetik penyebab munculnya jerawat

Petrokimia atau petrochemical merupakan sebutan untuk zat kimia apa saja yang berasal dari turunan bahan bakar fosil.

Beberapa bahan bakar yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti bensin, minyak tanah, dan bahan bakar diesel merupakan produk turunan dari petrokimia.

Anda pasti bertanya-tanya, memangnya siapa yang mau memakai bensin untuk merawat wajah?!

Kabar baiknya, jelas tidak ada yang mau.

Kabar buruknya, ternyata bahan-bahan petrokimia ini merupakan salah satu kandungan yang umum ada pada produk-produk kosmetik.

Berikut ini adalah nama-nama zat petrokimia yang sering digunakan untuk kosmetik dan produk-produk kecantikan lainnya:

  • Paraffin Wax
  • Mineral Oil
  • Toluene
  • Benzene
  • Phenoxyethanol
  • Polyethylene glycol atau biasa disingkat PEG
  • Zat yang namanya berujung ‘eth’ menunjukkan jika zat tersebut membutuhkan ethylene oxide untuk menghasilkan myreth, oleth, laureth, ceteareth.
  • Zat yang pada namanya ada DEA (diethanolamine) atau MEA (ethanolamine).
  • Butanol atau zat lain yang pada namanya da kata ‘butyl’, contohnya butyl alcohol, butyl paraben, butyl eneglycol.
  • Ethanol atau zat lain yang pada namanya ada kata ‘ethyl’, contohnya ethyl alcohol, ethylene glycol, ethylene dichloride, EDTA (ethylene-diamine-tetracetatic acid), ethylhexylglycerin.
  • Zat yang pada namanya ada kata “propyl”, contohnya seperti isopropyl alcohol, propylene glycol, propyl alcohol, cocamidopropyl betaine.
  • Methanol dan zat lain yang pada namanya ada kata ‘methyl’, contohnya methyl alcohol, methyl paraben, methyl cellulose.

Lihat saja keterangan komposisi zat pada produk kosmetik yang Anda gunakan, jika terdapat salah satu atau beberapa zat seperti di atas artinya produk tersebut mengandung petrochemical.

Apa fungsinya?

Penggunaan zat-zat ini ditujukan untuk banyak hal, di antaranya sebagai pengawet atau untuk mengunci kelembapan pada kulit.

Mengapa bisa menyebabkan jerawat?

Zat turunan petrokimia pada kosmetik ini bisa berperan sebagai pembawa residu dari produk yang digunakan meresap ke dalam pori-pori dan menyumbatnya, sehingga memicu munculnya jerawat.

Selain itu zat ini juga bisa menghasilkan senyawa bernama 1,4-dioxane, sejenis carcinogen, senyawa yang beracun dan bisa menyebabkan kanker.

3. Talc

talc pada bedak bisa sebabkan jerawat muncul di wajah

Talc atau talcum merupakan mineral paling lembut yang banyak digunakan pada kosmetik dan bedak bayi.

Penggunaan talc pada bedak sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu, sifatnya yang bisa menyerap kelembapan dengan cepat bermanfaat untuk menjaga kulit tetap kering.

Talc juga bisa melicinkan kulit dan mencegah gesekan yang bisa menyebabkan ledes.

Di sisi lain, efek samping talc bisa menimbulkan alergi dan ruam pada kulit yang sensitif. Selain itu residu talk yang masih tertinggal pada kulit bisa menyebabkan pori-pori tersumbat dan memicu jerawat.

4. Alkohol

alkohol pada toner dan cleanser bisa menyebabkan jerawat

Bahan pada obat dan kosmetik yang bisa menyebabkan jerawat selanjutnya adalah alkohol.

Alkohol banyak digunakan pada obat-obatan dan produk-produk pembersih wajah (cleanser dan toner).

Mengapa alkohol bisa menyebabkan jerawat?

Hal ini disebabkan karena alkohol akan membuat kulit menjadi dehidrasi dan kering. Keadaan ini akan memicu kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak sebum guna mengembalikan kelembapan yang hilang tersebut.

Jumlah produksi sebum yang berlebihan inilah yang meningkatkan risiko munculnya jerawat.

5. Phthalates

phthalates penyebab jerawat

Phthalates adalah zat kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai industri, termasuk industri kosmetik dan produk-produk perawatan lainnya.

Senyawa ini punya banyak fungsi, contohnya seperti melarutkan bahan-bahan lain pada produk kosmetik, membawa aroma, melembapkan dan melembutkan kulit, serta menjaga fleksibilitas kutek kuku setelah mengering.

Apa efek samping dan bahaya yang bisa disebabkan phthalates ini?

Phthalates dalam jumlah tertentu bisa bersifat toxic, menyebabkan gangguan pada sistem endokrin. Hal ini akan menyebabkan gangguan hormonal pada tubuh Anda.

Keadaan hormon yang tidak stabil pada tubuh inilah yang bisa memicu munculnya jerawat.

6. Parfum

parfume bisa menyebabkan jerawat

Di dalam parfum terkandung hingga ratusan bahan kimia berbeda yang bisa berasal dari turunan petrokimia atau phthalates.

Parfum memang sangat berguna untuk memberikan aroma yang enak dan wangi, namun di sisi lain bahan-bahan kimia di dalam parfum biasanya bersifat iritan yang dapat meningkatkan sensitifitas kulit.

Parfum yang mengandung alkohol misalnya, bisa menyebabkan kulit kehilangan kelembapannya. Selain itu ia juga bisa meninggalkan residu yang dapat menyumbat pori-pori yang mana hal ini adalah pemicu munculnya jerawat.

7. Paraben

paraben dalam kosmetik penyebab muncul jerawat baru

Paraben adalah nama zat kimia yang digunakan secara luas sebagai pengawet pada produk-produk farmasi dan kosmetik.

Zat kimia yang satu ini bersifat toxic dan cukup berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

Kaitannya dengan jerawat yakni paraben juga bisa mengacaukan sistem endokrin, artinya paraben bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Perubahan hormon dalam tubuh inilah yang bisa memicu munculnya jerawat.

Berikut ini beberapa nama paraben agar Anda mudah mengenalinya:

  • methylparaben
  • propylparaben
  • ethylparaben
  • butylparaben

Bagaimana cara menghindari dan mencegah bahaya paraben ini?

Gampang..

Cukup gunakan produk-produk kosmetik “paraben-free” yang saat ini sudah banyak dijual, dengan demikian jerawat hormon tak perlu muncul di wajah Anda.

8. Eksfolian

exfolian untuk scrub yang bisa menyebabkan jerawat

Eksfolian adalah sebutan untuk bahan-bahan yang biasa digunakan saat scrubbing.

Model perawatan ini bertujuan untuk mengeskfoliasi atau mengelupas sel-sel kulit mati dan kotoran pada wajah.

Bahan yang digunakan bermacam-macam, ada yang membelinya dalam bentuk produk jadi, ada juga yang dibuat sendiri.

Beberapa eskfolian alami yang sering digunakan untuk scrubbing contohnya seperti bubuk kopi, gula, garam, tepung jagung, dan beberapa jenis buah-buahan.

Di mana letak risikonya?

Melakukan eksfoliasi kulit ini memang bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran dari kulit wajah, namun di sisi lain terdapat juga efek negatif yang bisa ditimbulkannya.

Penggunaan eksfolian berbahan kasar dan tajam seperti gula atau garam bisa menyebabkan luka mikro pada kulit, luka ini tidak kasatmata, hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Namun meskipun tidak terlihat, efeknya bisa dirasakan. Biasanya kulit akan terasa perih bahkan mengalami iritasi.

Hal ini tentu saja tidak baik dan justru bisa memperparah jerawat yang sudah ada.

Sisa-sisa butiran scrub yang tidak dibersihkan dengan sempurna juga berisiko menyumbat pori-pori yang bisa menyebabkan munculnya jerawat baru.

9. Akrilik

akrilik zat kimia yang bisa menyebabkan jerawat

Akrilik adalah bahan kimia penyebab jerawat yang juga harus Anda hindari.

Bahan ini biasanya digunakan sebagai pengikat unsur lain dalam kosmetik.

Bahan kimia turunan akrilik bernama acrylates juga banyak digunakan dalam produk kutek kuku dan bulu mata palsu.

Residu akrilik ini bisa masuk ke dalam pori-pori dan terperangkap di sana sehingga menyebabkannya menjadi tersumbat.

Dari sanalah risiko munculnya jerawat bisa terjadi, oleh karena itu sangat dianjurkan bagi Anda untuk memilih kosmetik yang bebas dari akrilik.

Beberapa nama bahan kimia turunan akrilik di antaranya seperti:

  • acrylic/ acrylates copolymer
  • acrylic/ acrylate crosspolymer
  • acrylic acid
  • methacrylic acid
  • 2-ethylhexyl-acrylate

***

Bagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda. Sharing is caring!