Operasi Amandel: Prosedur, Biaya, Dan Kapan Harus Dilakukan?

Operasi amandel merupakan salah satu langkah medis yang dilakukan untuk mengobati radang amandel yang sudah kronis, terlalu sering kambuh, atau terjadi terus menerus.

Radang amandel semacam ini biasanya akan menyebabkan penderitanya mengalami sakit tenggorokan yang berkepanjangan.

Karena itulah operasi amandel diperlukan sebagai solusi untuk menghentikan radang amandel yang tak kunjung sembuh tersebut.

Radang amandel lebih sering menyerang anak-anak

gambar radang amandel pada anak
Radang amandel pada anak

Anak pada rentang usia 3-7 tahun adalah yang paling rentan terkena radang amandel, karena pada usia ini sistem kekebalan tubuh belum berkembang sempurna.

Amandel pada anak yang merupakan bagian terdepan dalam memerangi kuman yang masuk lewat mulut dan saluran napas bisa saja mengalami infeksi.

Infeksi ini akan menyebabkan amandel mengalami pembesaran, meradang, bahkan mengeluarkan nanah. Akibatnya anak akan mengalami demam, nyeri pada tenggorokannya, dan sulit untuk menelan makanan.

Untuk mengobatinya dokter biasanya akan mendiagnosis terlebih dahulu penyebab infeksi pada amandel tersebut. Bila infeksi disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik adalah obat amandel yang paling tepat.

Namun jika radang amandel sudah terlalu parah (kronis) dan sering kambuh maka dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi.

Mengenal prosedur atau cara dokter melakukan operasi amandel

operasi amandel pada anak dengan teknik radiofrekuensi

Istilah medis untuk operasi amandel adalah tonsilektomi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan tonsillectomy.

Tonsilektomi merupakan operasi kecil pada area tenggorokan untuk mengangkat tonsil atau amandel yang bermasalah.

Ada beberapa teknik operasi pengangkatan amandel modern yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Teknik Elektrokauter

Operasi amandel dengan teknik elektrokauter dilakukan dengan menggunakan alat potong elektrik yang menghasilkan panas tinggi antara 400-600° Celcius.

Karena panas yang dihasilkan sangat tinggi maka proses pengangkatan amandel bisa lebih cepat.

Operasi amandel dengan teknik elektro kauter 4
Gambar amandel yang dipotong dengan elektrokauter

Kekurangan teknik ini adalah adanya risiko jaringan di sekitar amandel yang ikut mengalami luka bakar karena suhu yang terlalu tinggi pada alat pemotong.

2. Teknik Ablasi Radiofrekuensi

Cara dokter melakukan operasi amandel pada orang dewasa maupun anak-anak yang kedua adalah dengan menggunakan teknik ablasi radiofrekuensi (RFA).

Operasi dengan teknik ini dilakukan menggunakan alat yang mengalirkan energi panas dari gelombang radio frekuensi rendah (1,5-4,5 MHz).

Berbeda dengan teknik elektrokauter yang menggunakan energi panas tinggi, pada ablasi radiofrekuensi ini panas yang digunakan berkisar antara 40-70° Celcius.

Karena energi panas pada alat pemotong lebih rendah, maka risiko kerusakan jaringan di sekitar tonsil juga lebih kecil sehingga rasa nyeri/tidak nyaman pasca operasi menjadi berkurang.

3. Teknik Mikrodebrider

Prosedur operasi amandel bisa juga dilakukan menggunakan teknik operasi mikrodebrider.

Pada teknik ini alat yang digunakan berupa pisau mikro yang bergerak memutar bernama microdebrider. Alat ini juga dilengkapi dengan fitur penghisap yang berfungsi untuk menyedot jaringan yang terkikis dan darah yang keluar saat proses operasi berlangsung.

alat microdebrider
Alat microdebrider

Meskipun tergolong mahal, mikrodebrider merupakan teknik operasi amandel yang aman, minim efek samping, dan rasa sakit pasca operasi yang lebih kecil bila dibandingkan dengan teknik lama menggunakan pisau. Luka yang ditimbulkan pasca operasi juga lebih cepat sembuh.

4. Teknik Laser

Operasi amandel dengan laser (Laser Tonsil Ablation) merupakan teknik operasi yang paling banyak digunakan.

Kelebihan operasi amandel dengan laser adalah risiko pendarahan yang minim, rasa nyeri pasca operasi yang tidak terlalu terasa, dan masa penyembuhan yang lebih cepat.

Teknik operasi amandel menggunakan laser ini juga berlangsung dengan cepat, biasanya hanya memakan waktu 15-20 menit.

5. Teknik Harmonic Scalpel (Ultrasonik)

Teknik operasi amandel yang selanjutnya dilakukan dengan menggunakan energi gelombang suara ultrasonik. Alat yang digunakan berupa pisau mikro yang tak kasatmata.

Gelombang ultrasonik digunakan untuk menggetarkan pisau mikro sehingga dapat memotong jaringan amandel secara simultan.

Suhu pada alat potong bisa mencapai 80° Celcius, namun teknik ini bisa memotong jaringan secara presisi sehingga jaringan di sekitar amandel yang diangkat mengalami kerusakan yang sangat minim.

6. Teknik Thermal Welding

Thermal Welding adalah teknik operasi amandel yang mulai diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 2007 lalu.

Teknik operasi ini diklaim lebih efektif dan minim efek samping dibandingkan dengan teknik tradisional menggunakan pisau bedah biasa.

Pengangkatan amandel dilakukan dengan menggunakan alat mirip solder berbentuk penjepit yang dialiri energi panas untuk memotong jaringan.

teknik operasi amandel dengan menggunakan thermal welding 6
Operasi amandel dengan teknik thermal welding

Energi panas dialirkan secara terbatas dan presisi pada jaringan yang ingin dipotong saja, sehingga bisa mengurangi risiko trauma jaringan dan pendarahan.

Selain dengan teknik operasi amandel modern di atas, operasi amandel juga bisa dilakukan dengan cara tradisional menggunakan pisau bedah. Namun karena risiko komplikasi, pendarahan, dan rasa nyeri pasca operasi yang lebih besar maka teknik ini sudah jarang dilakukan.

Teknik operasi amandel tradisional:

1. Teknik Diseksi

Operasi amandel dengan teknik diseksi dilakukan dengan menggunakan pisau dan alat penjepit.

Amandel akan dijepit dengan penjepit kemudian dilakukan pemotongan dengan pisau.

Operasi dengan teknik ini biasanya berlangsung cepat, namun risiko terjadinya pendarahan juga lebih besar sehingga teknik ini sudah mulai ditinggalkan.

2. Teknik Guillotine

Sama dengan teknik diseksi, operasi amandel pada teknik guillotine juga dilakukan dengan menggunakan pisau potong bernama tonsil guillotine.

Pisau guillotine akan menjepit sekaligus mengiris bagian tonsil yang hendak diangkat, menyisakan luka terbuka pada tenggorokan.

Teknik ini merupakan teknik operasi jadul sudah ditinggalkan karena risiko pendarahan yang sangat tinggi.

Apakah operasi amandel sakit?

Pada saat berlangsungnya proses operasi, pasien tidak akan merasakan sakit karena sudah diberikan anestesi (pembiusan) lokal.

Rasa sakit baru akan muncul sesudah bius habis. Namun jangan membayangkan rasa sakit yang parah. Operasi menggunakan teknik modern seperti di atas sudah bisa meminimalisir rasa nyeri pasca operasi dan membuat luka lebih cepat sembuh.

Berapa lama saya bisa sembuh setelah operasi amandel?

Operasi amandel merupakan prosedur rawat jalan, artinya pasien bisa langsung pulang setelah operasi.

Untuk pemulihan biasanya memakan waktu hingga 2 minggu. Lama atau cepatnya seseorang sembuh setelah operasi amandel bervariasi, tergantung dari teknik operasi yang digunakan, kedisiplinan perawatan pasca operasi, dan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka.

Operasi amandel dengan menggunakan teknik modern seperti laser, radiofrekuensi, atau ultrasonik biasanya memiliki waktu penyembuhan yang relatif lebih cepat, bahkan pasien sudah bisa beraktivitas seperti biasa 1-2 hari setelah operasi.

Berapa biaya operasi amandel yang harus disiapkan?

Biaya operasi amandel cukup bervariatif, tergantung dari teknik dan kecanggihan alat yang digunakan.

Untuk sekali operasi setidaknya Anda harus menyiapkan biaya sebesar 10-15 juta rupiah.

Kapan operasi amandel benar-benar perlu dilakukan?

Ketika radang amandel terlalu sering kambuh, misalkan lebih dari 7 kali dalam setahun maka dokter akan menyarankan untuk melakukan pengangkatan amandel.

Tonsilektomi juga akan disarankan ketika infeksi amandel pada anak maupun orang dewasa terjadi berulang dan sulit disembuhkan dengan antibiotik dan obat-obatan lain.

Selain itu, pembesaran tonsil atau hipertrofi yang menyebabkan sulit bernapas dan menelan juga bisa menjadi alasan kuat dilakukannya operasi amandel.