Penyakit Jantung Bawaan: Ciri, Gejala, Penyebab, & Cara Mengobatinya

Lebih dari 17 juta orang meninggal akibat penyakit jantung setiap tahun di seluruh dunia, menjadikannya sebagai penyebab kematian nomor satu.

Penyakit mematikan ini bisa muncul karena banyak faktor penyebab, salah satunya karena penyakit jantung bawaan.

Apa itu penyakit jantung bawaan?

Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kerusakan atau cacat pada jantung yang sudah terjadi sejak lahir, meliputi kerusakan pada dinding, katup, dan pembuluh darah pada jantung.

Penyakit jantung bawaan bisa menyerang siapa saja dari bayi hingga orang dewasa, sebagai contoh di Amerika ada sekitar 1 juta orang dewasa dan 1 juta anak-anak yang mengalami penyakit ini.

Jenis-jenis penyakit jantung bawaan

3 jenis penyakit jantung bawaan pada bayi

Dampak yang ditimbulkan penyakit jantung bawaan bervariasi, mulai dari yang tidak menimbulkan gejala sama sekali hingga yang bisa sebabkan kematian.

Berdasarkan bagian jantung yang mengalami kerusakan atau cacat, terdapat 3 jenis penyakit jantung bawaan yakni:

1. Kelainan katup jantung

Kerusakan ini terjadi pada katup yang ada di dalam jantung. Yang mana fungsi dari katup ini adalah mengatur aliran darah dalam jantung.

Kerusakan yang terjadi bisa berupa katup yang tersumbat atau bocor yang akan mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

2. Kelainan dinding jantung

Kelainan bawaan jantung ini terjadi ketika dinding yang ada pada sisi kiri dan kanan serta atas dan bawah bilik jantung tidak berkembang dengan normal, menyebabkan darah naik kembali ke jantung.

Atau bisa juga berupa jaringan tumbuh pada tempat yang tidak seharusnya, menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dan menyebabkan tekanan darah tinggi.

3. Kelainan pembuluh darah jantung

Jenis penyakit jantung bawaan yang ketiga terjadi karena adanya kelainan pada pembuluh darah di jantung.

Kelainan ini menyebabkan pembuluh arteri dan vena yang membawa darah masuk dan keluar jantung tidak berfungsi dengan normal.

Akibatnya bisa berupa aliran darah yang tidak lancar atau bahkan tersumbat, yang akan berujung pada berbagai gangguan kesehatan termasuk penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik

Sebagian dokter mengelompokkan penyakit jantung bawaan menjadi dua, yakni penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik.

Kedua jenis penyakit jantung bawaan ini dibedakan berdasarkan dampaknya terhadap jumlah kadar oksigen dalam darah.

Pada penyakit jantung bawaan sianotik, kadar oksigen pada penderitanya akan sangat rendah. Sementara pada penyakit jantung bawaan asianotik tidak. Akibatnya, akan timbul dua jenis gejala yang berbeda.

Bayi yang mengalami penyakit jantung bawaan sianotik akan menunjukkan gejala berupa sesak napas, memar atau kebiruan pada kulit.

Sedangkan pada bayi yang mengalami penyakit jantung bawaan asianotik tetap memiliki jumlah oksigen yang cukup, sehingga tidak menunjukkan adanya gejala penyakit.

Namun penyakitnya tetap ada, terus berkembang, dan mungkin saja di kemudian hari akan menyebabkan gangguan kesehatan dan komplikasi, contohnya seperti tekanan darah tinggi bahkan serangan jantung.

Penyebab penyakit jantung bawaan

Penyakit jantung bawaan muncul sebagai akibat dari adanya gangguan di awal-awal perkembangan struktur jantung.

Para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa gangguan perkembangan ini bisa terjadi, namun beberapa hal di bawah ini dicurigai bisa berpengaruh:

  1. Penggunaan obat-obatan tertentu saat hamil meningkatkan risiko kerusakan jantung pada janin.
  2. Mengonsumsi alkohol atau narkoba saat hamil.
  3. Ibu hamil yang terkena infeksi virus pada masa trimester pertama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan cacat jantung.
  4. Peningkatan kadar gula dalam darah seperti pada penderita diabetes juga bisa mengganggu perkembangan jantung pada anak.

Ciri dan gejala penyakit jantung bawaan pada bayi

Tanda-tanda adanya kelainan jantung bawaan biasanya akan terdeteksi saat melakukan cek USG kehamilan.

Jika dokter mendeteksi adanya detak jantung yang tidak normal pada bayi saat pengecekan, maka dokter akan melakukan tindakan investigasi lebih lanjut.

Tindakan investigasi ini bisa berupa pengecekan echocardiogram, X-ray pada dada, dan MRI Scan.

Namun pada beberapa kasus, tanda-tanda adanya kelainan jantung bawaan mungkin tidak muncul hingga sesaat setelah bayi lahir.

Bayi yang baru lahir dengan penyakit jantung bawaan akan menunjukkan gejala seperti:

  • Muncul semacam memar atau warna kebiru-biruan pada bibir, kulit, jari-jari tangan dan kaki.
  • Sesak napas
  • Berat badan yang sangat rendah
  • Sakit pada dada
  • Kesulitan menyusu
  • Pertumbuhan yang lambat

Kasus lainnya, ciri-ciri dan gejala kelainan jantung bawaan ini mungkin tidak muncul sama sekali pada bayi hingga beberapa tahun.

Namun ketika ia muncul, gejalanya bisa berupa:

  • Ritme detak jantung yang tidak normal
  • Pusing/ limbung
  • Kesulitan bernapas
  • Pingsan
  • Pembengkakan
  • Kelelahan

Ciri dan gejala penyakit jantung bawaan pada orang dewasa

Penyakit jantung bawaan juga bisa terjadi pada orang dewasa. Hal ini disebabkan karena gejala penyakitnya tertunda, artinya tidak muncul pada masa kecil dan baru muncul ketika sudah dewasa.

Beberapa gejala umum kelainan jantung bawaan pada orang dewasa di antaranya:

  • Sesak napas atau napas pendek
  • Muncul keluhan sakit pada dada
  • Kemampuan yang berkurang untuk berolahraga
  • Mudah lelah

Cara mengobati penyakit jantung bawaan

Saat ini pengobatan dan perawatan penyakit jantung bawaan sudah didukung oleh teknologi tinggi, sehingga memperbesar peluang bayi yang mengalami kelainan jantung bisa selamat hingga dewasa.

Cara mengobati penyakit jantung bawaan dilakukan berdasarkan pada tingkat keparahannya.

Pada bayi yang hanya memiliki gejala ringan, mungkin bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Namun pada bayi dengan gejala yang parah diperlukan penanganan khusus secara medis, di antaranya:

1. Menggunakan obat-obatan medis

Pengobatan penyakit jantung bawaan bisa dilakukan dengan menggunakan obat.

Dokter mungkin akan menggunakan obat-obatan untuk membantu jantung agar bisa bekerja lebih efisien.

Beberapa obat juga bisa berfungsi untuk mencegah penyumbatan aliran darah dan mengontrol detak jantung.

2. Perangkat implan jantung

Untuk mencegah terjadinya komplikasi lanjutan dari kelainan jantung bawaan ini, dokter akan menggunakan beberapa alat bantu.

Contohnya seperti alat pacu detak jantung (pacemaker) dan implan yang ditanamkan pada jantung (implantable cardioverter defibrillators atau ICDs).

Kedua alat ini digunakan untuk membantu menormalkan detak jantung.

3. Menggunakan kateter

Mengobati penyakit jantung bawaan bisa juga dilakukan dengan prosedur kateter, yang merupakan suatu teknik pengobatan jantung tanpa melakukan operasi bedah.

Prosedur ini dilakukan dokter dengan cara memasukkan selang kecil lewat kaki yang diteruskan hingga ke jantung.

Ketika selang sudah sampai pada bagian jantung yang akan diperbaiki, dokter akan memasukkan suatu alat untuk melakukan prosedur perbaikan bagian jantung yang rusak.

4. Operasi bedah jantung

Operasi bedah akan dilakukan jika kerusakan pada jantung tidak bisa diperbaiki dengan prosedur kateter.

Dokter akan melakukan pembedahan pada bagian dada, kemudian melakukan perbaikan pada bagian yang rusak seperti memperbaiki katup jantung, melebarkan pembuluh darah yang sempit atau tersumbat.

5. Transplantasi jantung

Pada kasus yang cukup langka di mana kerusakan yang terjadi akibat kelainan bawaan pada jantung ini terlalu kompleks untuk diperbaiki, maka transplantasi jantung mungkin saja perlu dilakukan.

Pada prosedur ini dokter akan mengganti jantung bayi dengan jantung sehat dari donor.

Mengobati penyakit jantung bawaan pada orang dewasa

Teknik pengobatan kelainan jantung bawaan pada orang dewasa bisa sangat bervariasi, tergantung dari tingkat keparahannya.

Beberapa pasien hanya perlu melakukan kontrol secara berkala sementara yang lainnya mungkin harus mengonsumsi obat-obatan atau bahkan melakukan operasi.

Penyakit jantung bawaan yang sudah diobati kambuh saat dewasa

Ada juga kemungkinan kerusakan bawaan pada jantung yang sudah diobati saat bayi kumat lagi saat dewasa.

Hal ini salah satunya disebabkan karena perbaikan yang dilakukan pada jantung mungkin sudah tidak bekerja efektif lagi saat dewasa.

Jaringan bekas luka yang tumbuh di sekitar bagian jantung yang diperbaiki juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan jantung seperti aritmia (gangguan ritme detak jantung).

Jika hal ini terjadi, maka langkah paling baik adalah dengan melakukan kontrol dan pengobatan secara berkala dengan dokter agar keadaan tidak semakin buruk.

Jangan putus asa, tetaplah optimis, beberapa orang bahkan bisa tetap menjalankan hidup yang produktif meskipun memiliki masalah jantung bawaan seperti ini.

Cara mencegah penyakit jantung yang paling ampuh

Tindakan pencegahan penyakit jantung bawaan bisa dilakukan oleh ibu hamil guna meminimalisir risiko terjadinya kelainan jantung pada janin.

Berikut ini adalah cara mencegah penyakit jantung bawaan yang disarankan:

Jika Anda sedang atau berencana untuk hamil, ada sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi saat ini.

Bagi penderita diabetes, pastikan level gula darah Anda selalu terkontrol saat sedang hamil. Lakukan kontrol secara berkala untuk meminimalisir adanya komplikasi penyakit.

Jika Anda belum mendapatkan vaksin rubella, atau campak jerman, pastikan Anda terhindar dari sumber penyakit ini. Konsultasikan dengan dokter tentang upaya-upaya pencegahan yang bisa dilakukan seperti imunisasi.

Hindari konsumsi minuman beralkohol selama hamil.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang mengalami kelainan jantung bawaan, coba tanya kepada dokter apakah tindakan skrining gen diperlukan. Beberapa gen tertentu mungkin saja akan sangat berpengaruh kepada menurunnya penyakit ini pada bayi.