Penyakit Jantung Koroner (CAD): Gejala, Penyebab, & Cara Mencegah

Penyakit jantung koroner atau Coronary Artery Disease (CAD) adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja.

Berdasarkan survei SRS (Sample Regristration System) pada tahun 2014, terlihat bahwa penyakit jantung koroner (PJK/CAD) merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada semua usia setelah stroke yakni sebesar 12,9% (sumber: depkes.go.id).

Menariknya, sebagian orang masih mempercayai jika penyakit jantung koroner ini hanya akan menyerang mereka yang berusia tua atau bertubuh gemuk saja.

Sehingga mereka yang masih muda dan sehat seringkali mengabaikan bahwa risiko terkena penyakit ini tetap bisa terjadi pada mereka.

Kita akan bahas hal ini lebih lanjut nanti, sebelumnya kita kupas dulu apa pengertian penyakit jantung koroner, bagaimana ciri dan gejalanya, apa cara paling ampuh untuk mencegahnya, dan bagaimana cara mengobatinya.

Apa itu penyakit jantung koroner?

Penyakit jantung koroner atau Coronary artery disease (CAD) adalah kondisi dimana pembuluh arteri koroner jantung mengalami penyempitan akibat adanya penumpukan plak kolesterol.

arteri koroner jantung menyempit karena plak kolesterol dan lemak

Pembuluh arteri koroner ini berfungsi untuk membawa darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk metabolisme otot-otot jantung.

Ketika ia menyempit, maka suplai zat yang dibutuhkan tersebut akan berkurang. Akibatnya otot jantung akan mengalami gangguan.

Mengenal pembuluh arteri koroner

Pembuluh arteri koroner terletak di permukaan jantung dan terbagi menjadi 2 bagian yakni arteri koroner kiri dan arteri koroner kanan.

Fungsi utamanya adalah sebagai pemasok darah yang kaya dengan oksigen dan nutrisi ke otot-otot jantung.

Arteri koroner kiri menyuplai darah untuk bagian jantung sebelah kiri (atrium kiri dan ventrikel kiri), dan arteri koroner kanan menyuplai darah untuk bagian jantung sebelah kanan (atrium kanan dan ventrikel kanan)

gambar anatomi arteri koroner jantung dan katup aorta
Gambar arteri koroner pada jantung manusia

Berbeda dengan bagian tubuh manusia lainnya, otot pada jantung manusia tidak pernah berhenti bahkan ketika sedang tidur pun otot ini akan terus bekerja, oleh karena itu peranan arteri koroner sangatlah vital.

Adanya penyempitan pada arteri koroner akan menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi menurun, sehingga kerja jantung menjadi terganggu dan bisa menyebabkan dampak yang sangat fatal seperti serangan jantung dan kematian mendadak (sudden cardiac death).

Penyebab penyakit jantung koroner

Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya penyakit jantung koroner:

1. Merokok

Merokok adalah kebiasaan tak sehat yang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung koroner.

Nikotin, tar, karbon monoksida dan zat kimia berbahaya lain yang terdapat dalam asap rokok dapat menyebabkan inflamasi serta meningkatkan penumpukan plak pada pembuluh koroner.

Seorang wanita yang merokok 20 batang sehari memiliki risiko terserang penyakit jantung 6 kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Sedangkan pria prokok aktif berisiko 3 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung daripada pria yang tidak merokok.

2. Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa meningkatkan risiko jantung koroner karena seseorang yang mengalami darah tinggi memiliki pembuluh darah yang menyempit dan menebal.

3. Kolesterol darah tinggi

Aterosklerosis merupakan kondisi dimana pembuluh darah menyempit akibat adanya penebalan plak kolesterol dan lemak. Penyempitan pembuluh darah ini adalah awal dari semua penyakit kardiovaskular.

Karena itu, seseorang yang memiliki tingkat kolesterol yang tinggi dalam darahnya akan berisiko lebih besar untuk terserang penyakit jantung koroner.

4. Diabetes

Mengidap diabetes menyebabkan risiko terkena jantung koroner menjadi bertambah 2 kali lipat karena diabetes dapat menyebabkan pembuluh darah semakin tebal dan menyempit.

5. Obesitas

Seseorang yang mengalami obesitas berarti memiliki jumlah lemak yang lebih banyak dari orang normal.

Kelebihan lemak ini tidak baik karena dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan pada pembuluh darah.

Obesitas juga menyebabkan tekanan darah meningkat dan kolesterol dalam darah menjadi lebih tinggi.

6. Kurang olahraga

Malas berolahraga juga bisa menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskular termasuk jantung koroner.

Olahraga sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan melancarkan peredaran darah.

Olahraga secara teratur dapat menurunkan kolesterol dalam darah dan mengikis plak yang menumpuk pada pembuluh darah.

7. Faktor keturunan

Risiko terkena penyakit jantung koroner juga menjadi meningkat apabila Anda memiliki riwayat keturunan yang pernah mengidap penyakit ini.

8. Stres

Para ahli meyakini bahwa stres yang berkepanjangan berhubungan dengan berbagai gangguan akibat kerusakan pembuluh arteri.

Sehingga orang yang sering mengalami stres berisiko terkena penyakit jantung lebih tinggi daripada mereka yang selalu happy.

Ciri dan gejala terserang penyakit jantung koroner

Berikut ini ciri, tanda, dan gejala seseorang yang mengalami penyakit jantung koroner:

1. Nyeri dada (angina)

Tanda-tanda terkena penyakit jantung koroner yang pertama adalah sering mengalami nyeri pada bagian dada atau yang disebut dengan angina.

Masyarakat awam sering menyebutnya sebagai penyakit angin duduk, terjadi karena menyempitnya pembuluh darah yang membawa oksigen ke jantung.

Angina sering muncul secara mendadak, menimbulkan rasa tak nyaman seperti ditekan bahkan rasa nyeri pada bagian dada.

Rasa nyeri ini juga bisa menjalar hingga ke leher, bahu, lengan, dan rahang.

2. Napas pendek atau sesak napas (dyspnea)

Gejala jantung koroner juga bisa berupa napas yang menjadi pendek atau sesak napas. Umumnya terjadi saat sedang melakukan aktivitas fisik yang berat.

Gejala ini juga bisa menyebabkan sensasi kelelahan yang berkepanjangan.

3. Sering keluar keringat dingin

Penyempitan pembuluh koroner jantung menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen yang seringkali ditandai dengan gejala keluarnya keringat dingin, pusing, mual, dan muntah.

4. Serangan jantung

Penderita jantung koroner juga bisa mengalami serangan jantung mendadak dengan gejala umum seperti rasa sakit pada dada, sesak napas, batuk-batuk, muka menjadi pucat, dan limbung.

Cara mencegah penyakit jantung koroner

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah dan menurunkan risiko terserang penyakit jantung koroner yang bisa Anda lakukan:

1. Berhenti merokok

cara mencegah jantung koroner dengan berhenti merokok

Berhenti merokok adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung.

Hal ini termasuk juga berhenti menjadi perokok pasif dan menghindari second-hand smoke (istilah untuk tempat tertutup yang didalamnya terdapat perokok aktif dan pasif).

2. Menjaga pola makan

cara mencegah jantung koroner dengan makanan sehat dan diet

Mengimbangi pola makan dengan makanan yang rendah kolesterol dan mengandung nutrisi yang baik untuk jantung juga bisa jadi cara mencegah penyakit jantung koroner yang efektif.

Dengan menjaga pola makan Anda bisa menghindari kolesterol yang berlebih dalam darah.

Makanan seperti buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang banyak mengandung lemak sehat (HDL) baik untuk dikonsumsi agar jantung tetap sehat.

3. Olahraga

olahraga untuk mencegah penyakit jantung koroner

Berolahraga secara teratur minimal 1 kali dalam seminggu akan membuat Anda jauh dari berbagai penyakit kardiovaskular termasuk jantung koroner.

Olahraga akan membuat peredaran darah lancar, jantung menjadi sehat, dan terhindar dari stres.

Dengan berolahraga secara teratur Anda juga akan terhindar dari obesitas.

4. Kontrol diabetes

kontrol diabetes agar tidak terkena serangan jantung koroner

Seperti yang sudah disebutkan tadi jika orang dengan penyakit diabetes nampaknya berisiko lebih tinggi terkena jantung koroner, karena itu pencegahan yang dilakukan juga lebih ekstra.

Salah satu yang harus diperhatikan bagi penderita diabetes agar terhindar dari jantung koroner adalah menjaga berat badan dan tekanan darah.

Tekanan darah penderita diabetes sebaiknya berada di bawah 130/80mmHg agar tetap aman dari risiko jantung koroner.

5. Menjaga berat badan

menjaga berat badan agar tidak kena penyakit jantung

Untuk mencegah serangan jantung koroner Anda juga harus menjaga berat bada agar tetap ideal, atau minimal tidak mengalami kegemukan.

Cara paling mudah adalah dengan menjaga pola makan dan rajin berolahraga.

6. Menghindari alkohol

hindari alkohol untuk mencegah penyakit jantung koroner

Seseorang yang kecanduan alkohol juga memiliki risiko kena serangan jantung yang tinggi, karena itu jauhi alkohol agar terhindar dari jantung koroner.

7. Jangan mudah stres

jangan stres agar tidak kena penyakit jantung

Cara mencegah jantung koroner yang terakhir adalah memanage stress.

Jangan sepelekan stres karena ia adalah salah satu faktor yang menyebabkan semua fungsi dalam tubuh terganggu termasuk jantung.

Upayakan untuk tidak berlama-lama dalam stres, lakukan kegiatan positif seperti berolahraga, kumpul dengan teman, dan melakukan hal yang disukai untuk mengurangi stres.

Siapa saja yang berisiko terserang jantung koroner?

Penyakit jantung koroner bisa menyerang siapa saja, risikonya menjadi lebih tinggi pada orang yang:

  1. Berusia lanjut, pria diatas 45 tahun dan perempuan diatas 55 tahun
  2. Mengalami obesitas
  3. Perokok
  4. Mengidap diabetes
  5. Kecanduan alkohol
  6. Mengalami hipertensi dan kadar kolesterol dalam darah yang tinggi
  7. Malas berolahraga

***

Bagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda. Sharing is caring!

Referensi:

  • http://www.depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/184130.php