Mengenal Serum Difteri: Manfaat, Harga, Pembuatan & Penggunaanya

Apa sebenarnya serum difteri itu? Apa bedanya dengan vaksin difteri?

Hal ini masih sering menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat kita.

Karena itulah caramanjur.com merasa perlu untuk memberikan sedikit penjelasan untuk menambah wawasan kita, terutama saat menghadapi KLB difteri seperti yang sedang terjadi saat ini.

Artikel ini akan membantu Anda memahami apa sebenarnya serum difteri itu, apa bedanya dengan vaksin, kapan digunakan, dan apa manfaatnya.

Apa itu serum difteri?

Serum difteri adalah cairan/ plasma darah yang di dalamnya sudah terdapat antibodi untuk menetralisir toksin difteri.

Serum difteri bernama Anti Diphtheria Serum atau sering disebut juga dengan Anti Difteri Serum (ADS). Di dalam serum ini sudah terdapat antitoksin difteri yang sudah jadi dan siap digunakan.

Sedangkan vaksin difteri adalah formula khusus yang didalamnya terdapat toksin difteri yang sudah dinonaktifkan, namanya toxoid.

Apa bedanya serum anti difteri dan vaksin difteri?

Serum difteri berfungsi untuk mengobati difteri. Orang yang sudah terlanjur terkena difteri, harus mendapat serum yang di dalamnya sudah terdapat antitoksin.

Serum difteri juga bisa digunakan sebagai imunisasi pasif, yakni memindahkan antibodi yang sudah jadi kedalam tubuh orang yang diimunisasi.

Sedangkan vaksin difteri adalah racun difteri yang sudah dinonaktifkan. Digunakan sebagai imunisasi aktif, yakni memicu tubuh untuk membentuk kekebalannya sendiri terhadap penyakit difteri.

Jika serum anti difteri diberikan kepada mereka yang sudah terlanjur terkena penyakit difteri, maka vaksin ini hanya boleh diberikan kepada mereka yang sehat. Jadi orang yang sudah terserang difteri tidak lagi diberikan vaksin, tapi diberi serum anti difteri.

Bagaiaman proses pembuatan serum difteri?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya jika serum anti difteri ini berisi antibodi yang sudah jadi dan siap ditransfer ke dalam tubuh penderita difteri.

Lalu darimana sebenarnya serum anti difteri ini berasal?

Serum anti difteri diperoleh dari kuda, lihat gambar berikut:

proses dan cara membuat serum difteri atau antitoksin difteri dari kuda

Berikut ini adalah cara pembuatan serum anti difteri:

  1. Para ilmuwan mengembangbiakkan bakteri difteri yang bernama Corynebacterium diphtheriae di laboratorium, kemudian mengambil toksinnya.

  2. Toksin tersebut disuntikkan ke dalam kuda.

  3. Sistem imun kuda akan merespon racun tersebut dan membentuk antibodi (antitoksin difteri)

  4. Selanjutnya ilmuwan akan mengambil darah kuda yang kaya akan antibodi tersebut.

  5. Darah kuda dibawa ke laboratorium kemudian dilakukan pemurnian dengan cara memisahkan antara plasma darah yang kaya akan antibodi dengan sel-sel darah.

  6. Hasilnya adalah serum yang di dalamnya terdapat antitoksin difteri yang sudah jadi dan siap digunakan untuk mengobati difteri.

Manfaat serum anti difteri

Difteri adalah penyakit berbahaya yang mematikan. Dulu sebelum ditemukannya vaksin dan serum difteri, tingkat kematian pada suatu daerah yang terkena wabah difteri ini cukup tinggi.

Contohnya di Amerika Serikat pada tahun 1921 terjadi wabah difteri dengan 206.000 kasus, dan 15.520 orang diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Sejak digunakannya vaksin difteri pada tahun 1920, jumlah kasus difteri di Amerika Serikat menurun drastis. Dan pada tahun 2004 hingga 2015 hanya terjadi 2 kasus saja.

Lihat grafik penurunan angka kasus difteri di seluruh dunia berikut:

jumlah kasus difteri di seluruh dunia menurun karena imunisasi

Dari grafik di atas terlihat jelas penurunan jumlah kasus seiring dengan semakin meratanya imunisasi dan semakin efektifnya penggunaan serum difteri untuk pengobatan.

Jadi manfaat serum difteri adalah untuk mengobati pasien yang sudah terlanjur terkena penyakit difteri, sedangkan vaksin digunakan untuk melakukan pencegahan.

Kapan serum difteri digunakan?

Serum antitoksin difteri digunakan saat seseorang sudah dinyatakan positif mengidap difteri baik untuk balita dan anak-anak, maupun untuk orang dewasa.

Serum ini harus diberikan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan si penderita.

Racun difteri yang bernama eksotoksin sifatnya dapat merusak sel-sel sehat, sehingga bila tidak segera dinetralisir ia bisa terbawa oleh darah dan merusak sel-sel pada organ vital tubuh penderita.

Jika racun masuk ke jantung, ia dapat menyebabkan kerusakan sel otot jantung dan menyebabkan miokarditis, bila ini tidak cepat diobati maka dapat menyebabkan gagal jantung yang berujung pada kematian.

Racun eksotoksin juga dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel saraf (neuritis) yang menyebabkan gangguan pengelihatan, kerusakan otak, dan kerusakan sistem pernapasan yang dapat berujung pada gagal napas dan kematian.

bahaya bakteri corynebacterium diphtheriae penyebab penyakit difteri yang mewabah

Mencegah difteri lebih baik daripada mengobatinya

Pencegahan difteri bisa dilakukan dengan imunisasi.

Saat ini banyak orang yang enggan melakukan imunisasi karena adanya isu-isu yang beredar tentang dampak buruk yang dapat ditimbulkan.

Padahal dampak akibat imunisasi difteri ini tidaklah lebih buruk daripada dampak penyakitnya itu sendiri.

Bagi Anda yang ingin memahami lebih jauh mengenai apa saja manfaat dan efek samping yang bisa ditimbulkan akibat imunisasi difteri ini, maka kami sarankan untuk membaca artikel berikut:

Manfaat Dan Efek Samping Imunisasi Difteri, Mana Yang Lebih Besar?

Berapa harga serum difteri?

Harga anti difteri serum (ADS) mencapai 4 juta rupiah per vial. 1 vial bisa dipakai untuk mengobati beberapa orang, tergantung dari berat penyakitnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan menteri kesehatan RI yang diliput oleh detik.com

harga serum antidifteri

Khusus untuk penanggulangan KLB difteri, biaya serum ini ditanggung oleh pemerintah, jadi Anda tidak perlu khawatir.

Berapa harga vaksin difteri?

Vaksin difteri bisa didapatkan gratis pada program imunisasi dasar dan lanjutan, biayanya sudah disubsidi oleh pemerintah.

Untuk mengetahui kapan saja jadwal untuk mendapat vaksin difteri melalui program imunisasi, artikel ini mungkin dapat membantu Anda:

Jadwal Imunisasi Difteri Untuk Anak Di Indonesia

Kesimpulan

  1. Serum difteri berbeda dengan vaksin difteri.

  2. Serum difteri digunakan untuk mengobati orang yang sudah sakit difteri, sedangkan vaksin berguna untuk mencegahnya.

  3. Serum difteri mengandung antibodi/ antitoksin yang sudah jadi dan siap di transfer ke dalam tubuh, sedangkan vaksin berisi toxoid yang berfungsi untuk memicu tubuh membentuk antibodinya sendiri.

  4. Serum difteri harganya lebih mahal dari pada vaksin, jadi mencegah difteri dengan imunisasi jauh lebih hemat daripada mengobatinya.

Bantu kami mengedukasi lebih banyak orang lagi dengan membagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda. Sharing is caring!