Suspect Difteri: Pengertian Dan Cara Penanganannya

Apa itu suspect difteri?

Suspect difteri adalah orang atau sekelompok orang yang dicurigai terjangkit penyakit difteri.

Dokter biasanya akan menyatakan seseorang suspect difteri apabila orang tersebut mengalami gejala-gejala umum dari penyakit difteri.

Apa saja gejala suspect difteri?

Berikut ini adalah daftar gejala-gejala seseorang yang suspect difteri:

  1. Radang tenggorokan

  2. Sakit saat menelan

  3. Pilek

  4. Demam

  5. Muncul selaput tipis berwarna putih pada rongga mulut dan tenggorokan (pesudomembran)

  6. Stridor atau napas berbunyi

  7. Leher menjadi bengkak (bullneck)

Gejala paling khas apabila seseorang terkena difteri adalah munculnya selaput berwarna putih abu-abu pada tenggorokannya yang dinamakan dengan selaput pseudomembran.

Selaput ini muncul akibat banyaknya sel-sel mati yang menumpuk. Sifatnya sangat lekat dengan jaringan di bawahnya sehingga apabila terkelupas akan menyebabkan pendarahan.

Berikut ini beberapa contoh foto tenggorokan orang yang terjangkit difteri:

gambar penyakit difteri pada anak contoh tenggorokan orang yang terkena penyakit difteri

Bagaimana cara menangani suspect difteri?

Orang yang mengalami gejala difteri seperti diatas, harus segera mendapatkan penanganan oleh dokter.

Dokter akan mengambil sampel dari pasien kemudian mengujinya di lab.

Sementara itu, suspect difteri juga seharusnya sudah mendapatkan pengobatan dengan antibiotik difteri dan antitoksinnya.

Untuk memutus rantai penularan, orang yang suspect difteri akan diisolasi. Orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien seperti keluarga serumah juga harus diperiksa.

Tips mencegah terjangkit penyakit difteri

Penyakit difteri kembali mewabah di sepanjang tahun 2017 lalu. Bahkan statusnya sudah menjadi kejadian luar biasa (KLB) yang cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan catatan kementrian kesehatan, difteri sudah menyebar di 170 kabupaten-kota pada 30 provinsi. Ada sekitar 948 kasus yang terjadi dengan 44 orang korban meninggal dunia.

Karena itulah penyakit difteri tidak bisa dianggap sepele. Anda harus melakukan langkah pencegahan sedini mungkin.

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah difteri adalah dengan melakukan imunisasi.

Imunisasi difteri ini tidak hanya untuk anak-anak saja, orang dewasa juga membutuhkannya.

Selengkapnya bisa Anda baca di artikel berikut ini:

Pentingnya Imunisasi Difteri Untuk Orang Dewasa

Mengapa difteri sangat cepat menular?

Difteri merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah menular dan mewabah.

Salah satu penyebab penyakit difteri cepat menular adalah karena sifat bakteri Corynebacterium diphtheriaeyang sangat mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya.

Penularan difteri ini bisa terjadi melalui droplet pernapasan seperti ludah dan ingus yang keluar saat bersin, batuk, atau bahkan tertawa.

Selain itu gejala penyakit difteri baru akan muncul 2-5 hari setelah infeksi. Artinya, orang baru akan merasakan sakit 2-5 hari setelah bakteri masuk ke tubuhnya.

Bayangkan jika dalam selang waktu itu ia berkeliaran dan melakukan kontak dengan orang-orang lainnya, bisa saja bakteri tersebut ikut berpindah.

Apabila bakteri ini terus menyebar sementara tingkat imunitas masyarakat terhadap difteri masih belum merata, maka terjadilah wabah.

***

Bagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda. Sharing is caring!