Tutorial Cara Membedong Bayi Yang Benar Dan Aman (Plus Gambar)

Cara membedong bayi baru lahir yang benar dan aman adalah pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap calon ibu.

Bedong memang menjadi salah satu perlengkapan bayi yang hingga kini masih digunakan, meskipun ada pendapat yang mengatakan jika bedong bayi sudah tidak diperlukan lagi.

Membedong bayi bisa memberikan banyak manfaat, terutama untuk menjaga bayi tetap nyaman, hangat, dan bisa tidur lebih lama.

Namun bedong bayi juga bisa memberikan dampak yang tidak baik jika dilakukan dengan cara yang salah.

Karena itulah pada artikel ini kita akan ulas bagaimana caranya membedong bayi dengan baik dan aman.

Berikut ini adalah tutorial cara membedong bayi dengan baik, benar, rapi dan aman yang dilengkapi dengan gambarnya step by step:

1. Pilih kain bedong yang bagus

Sebelum mulai membedong bayi, Bunda harus pastikan dulu jika kain bedong yang akan dipakai berkualitas bagus dan nyaman.

Untuk memilih kain bedong yang bagus dan nyaman, kami sudah pernah memberikan tips-tipsnya. Bunda bisa baca artikel berikut:

Tips Memilih Kain Bedong Yang Bagus, Aman, & Nyaman

Membedong bayi dengan model kain tradisional ala bidan sebaiknya dilakukan dengan kain yang berbentuk persegi, ukuran yang disarankan adalah 1×1 meter.

Membedong bayi dengan kain berbentuk segi empat lebih mudah bila dibandingkan dengan kain yang terlalu panjang.

2. Gelar kain bedong diatas kasur, letakkan bayi diatasnya

cara membedong bayi dan gambarnya step by step langkah 1

Setelah memilih kain yang bagus, langkah membedong bayi baru lahir berikutnya adalah menggelar kain bedong diatas kasur kemudian letakkan bayi diatasnya.

Lipat bagian atas kain sebatas pundak bayi. Angkat bayi dengan sangat lembut dan perlahan kemudian letakkan diatasnya, jaga leher bayi dengan sangat hati-hati saat mengangkatnya.

3. Lipat kain sebelah kanan ke kiri

cara membedong bayi dan gambarnya step by step langkah 2

Urutan langkah selanjutnya adalah melipat kain sebelah kanan ke arah kiri.

Sebelumnya Bunda harus memposisikan tangan kanan bayi terlebih dahulu. Tangan kanan bayi bisa diposisikan lurus disisi tubuh, atau dilipat ke arah perut.

Pilih mana yang paling nyaman untuk bayi, setiap bayi bisa memiliki kenyamanan yang berbeda-beda.

Kain kemudian diselipkan dibalik tubuh bayi, masuk dari bagian bawah lengan kiri. Pastikan kain bedong tidak membelit terlalu kencang namun tetap bisa menjaga posisi lengan bayi pada tempatnya.

4. Lipat kain bagian bawah ke atas

cara membedong bayi dan gambarnya step by step langkah 3

Selanjutnya tutup sisi sebelah bawah bedong dengan melipat kain bagian bawah ke atas. Posisikan kain lipatan disebelah kiri, sesuai dengan lipatan pertama tadi.

Pastikan kaki bayi lurus pada saat Bunda menarik kain ke atas. Tarikan kain juga tidak boleh terlalu kuat.

5. Lipat kain sebelah kiri ke kanan

cara membedong bayi dan gambarnya step by step langkah 4

Langkah membedong bayi yang terakhir yakni melipat kain sebelah kiri ke arah kanan.

Setelah kain bagian bawah bedong tertutup sempurna, selanjutnya Bunda lipat kain bagian kiri ke arah kanan.

Posisikan tangan kiri bayi sama seperti Bunda memposisikan tangan kanannya. Lipat kain sedemikian rupa sehingga bisa diselipkan di bagian belakang pundak.

Kain bisa dimasukkan ke lipatan sebelah dalam. Pada langkah ini Bunda mungkin harus sedikit mengangkat leher bayi, lakukan dengan sangat lembut dan perlahan-lahan.

Terakhir, perhatikan setiap lipatan terutama pada bagian dekat leher. Pastikan Bunda melipatnya dengan rapi sehingga tidak ada bagian kain yang berlebih.

Selesai.

Hal yang harus diperhatikan

  1. Jangan membedong bayi terlalu ketat, beri sedikit ruang untuk pergerakan kaki bayi minimal untuk menekuk lututnya.
  2. Bedong bayi yang terlalu kencang tidak baik bagi kesehatan bayi, bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia pinggul dan SIDS.
  3. Pastikan tidak ada kain berlebih terutama pada area sekitar leher dan wajah. Hal ini untuk menghindari kain bedong menutupi wajah sehingga membuat bayi sulit bernafas.
  4. Bedong model kerudung jilbab atau hijab dan model bedong lain-lain yang terlalu banyak aksesoris sebaiknya tidak dilakukan saat bayi tidur.
  5. Membedong bayi prematur sebaiknya dilakukan oleh dokter atau bidan.
  6. Pastikan bayi nyaman saat dibedong.

Cara membedong bayi yang dilakukan dengan benar dapat memberikan banyak manfaat, namun sebaliknya jika dilakukan dengan cara yang salah justru dapat berbahaya bagi kesehatan dan mengganggu pertumbuhan bayi.

Jika Bunda ingin mengetahui apa saja manfaat dan bahaya yang bisa ditimbulkan karena bedong, artikel berikut mungkin bisa membantu:

Manfaat Dan Bahaya Bedong Bayi Yang Wajib Diketahui Setiap Ibu

Berapa lama bayi boleh dibedong?

Umumnya bayi dibedong sejak baru lahir hingga usia 3-4 bulan, baik laki-laki maupun perempuan. Namun beberapa Ibu masih membedong bayinya hingga usia 9 bulan.

Hal ini tidak mengapa dilakukan selama bayi masih nyaman dibedong. Namun Bunda juga harus mulai membiasakan bayi tidur tanpa bedong sejak mereka sudah bisa tengkurap.

Kapan sebaiknya bayi tidak dibedong?

Bayi sebaiknya tidak dibedong sepanjang hari. Ada masanya bayi merasa gerah dan tidak nyaman dengan bedong mereka.

Jika Bunda mulai melihat bayi gelisah, terutama siang hari saat cuaca sedang panas maka sebaiknya bedong dilepas.

Biarkan bayi belajar mengenali bagian tubuh dan benda-benda disekitarnya dengan tangan-tangan mungil mereka. Ini juga merupakan proses pembelajaran yang baik bagi perkembangan bayi.

Bayi dengan gangguan tulang dan persendian bawaan seperti displasia pinggul atau kelainan persendian pada kaki juga sebaiknya tidak dibendong tanpa meminta saran dari dokter terlebih dahulu.

Bagikan artikel Cara Membedong Bayi Yang Benar Dan Aman ini kepada rekan-rekan Bunda yang lain ya. Sharing is caring!