Bahaya Vape, Rokok Elektrik Yang Katanya Lebih Aman Dari Rokok Biasa

Rokok elektrik atau vape semakin populer hari ini. Berbeda dengan rokok biasa yang berbahan tembakau dan harus dibakar supaya menghasilkan asap, vape menggunakan baterai untuk menghasilkan energi panas yang digunakan untuk menghasilkan uap.

Jika dilihat sekilas seperti asap, tapi sebetulnya itu adalah uap dari e-liquid atau e-juice, nama cairan yang digunakan pada vape.

Mengapa rokok elektrik disebut vape?

Vape itu merupakan nama market, asal katanya sendiri sebenarnya berasal dari singkatan bahasa Inggris yakni vapor, vapour, vaporize, e-vaporizer, atau vaporizer cigarettes yang artinya rokok uap.

Advertisement

bahaya vape rokok elektrik untuk kesehatan

 

Kandungan e-liquid, bahan baku vape atau rokok elektrik

e-liquid atau e-juice adalah nama dari cairan yang digunakan untuk menghasilkan uap pada rokok elektrik. Cairan ini biasanya memiliki berbagai rasa dan aroma yang bisa disesuaikan dengan kesukaan penggunanya.

Di pasaran Anda bisa menemukan berbagai rasa e-liquid vape mulai dari rasa creamy yang identik dengan sensasi manis seperti rasa cokelat, susu, dan vanila, rasa fruity yang merupakan rasa buah-buahan seperti rasa mangga, melon, strawberry, hingga rasa tembakau yang rasanya mirip dengan rasa asap rokok tembakau tradisional.

Berdasarkan kandungannya, didalam e-liquid atau e-juice biasanya terdapat campuran zat bernama propylene glycol, glycerol, flavour (perasa), dan nicotine.

Propylene glycol

Propylene glycol merupakan zat organik sintetis yang tidak memiliki rasa, bau, dan warna. Bentuknya cair namun sedikit lebih kental dari air biasa (H2O).

Zat ini banyak ditemukan pada produk-produk kosmetik, makanan olahan, dan beberapa produk obat-obatan seperti inhaler asma. Fungsinya adalah sebagai pelarut, pengental, pengikat rasa, dan zat antibeku. Sifatnya yang menahan air juga memungkinkan zat ini berfungsi sebagai pelembab.

BACA JUGA  5 Cara Ampuh Menghilangkan Sakit Dada Dan Sesak Napas Karena Merokok

Glycerol

Glycerol adalah gula alkoholik berbentuk cairan yang tidak memiliki warna dan bau. Di pasaran, terutama pada industri vape zat ini lebih sering disebut sebagai Vegetable Glycerine (VG), untuk melabeli glycerol sebagai zat organik yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Padahal sebagian glycerol yang beredar di pasaran ada juga yang terbuat dari lemak hewan dan minyak.

Flavour (perasa)

Zat perasa pada e-liquid merupakan cairan yang memberikan rasa dan aroma.

Nicotine (nikotin)

Nikotin pada e-liquid merupakan nikotin cair yang diekstrak dari tembakau.

Apakah vape berbahaya untuk kesehatan?

Salah satu jargon yang mungkin sudah sering Anda dengar adalah “vape lebih aman dari rokok”. Tapi benarkah vape aman untuk kesehatan? Apakah tidak ada bahaya sama sekali atau dampaknya bagi kesehatan?

Pertanyaan seperti ini sulit dijawab dengan singkat. Meskipun beberapa ahli berpendapat bahwa vape, setidaknya memiliki bahaya yang lebih kecil dari pada rokok tembakau tradisional namun hal ini masih terus menjadi perdebatan.

Namun yang pasti, vape tidaklah 100% aman bagi kesehatan. Tetap ada efek samping yang akan ditimbulkan ketika Anda menghisapnya.

Penelitian dan data pendukung yang tersedia memang masih sangat sedikit untuk menentukan seberapa bahaya vape bagi kesehatan.

Beberapa dampak buruk rokok elektrik bagi kesehatan

Sebagian penghisap rokok elektrik mengklaim bahwa mereka menggunakannya sebagai upaya untuk berhenti merokok.

Namun sekali lagi, mengganti rokok tembakau dengan rokok elektrik tidak lebih menyehatkan daripada tidak merokok sama sekali, setidaknya ini adalah hal yang bisa penulis katakan dengan pasti.

Advertisement

Satu lagi pertanyaannya, apakah mereka yang mengganti rokok dengan rokok elektrik akan benar-benar berhenti merokok? – Setidaknya mereka akan kesulitan berhenti menghisap rokok elektrik itu sendiri. Baiklah, mungkin menghisap rokok elektrik tidak dianggap sebagai “merokok”. Silakan pembaca menilai sendiri.

Kembali lagi ke dampak buruk vape bagi kesehatan. Meskipun jumlah penelitian yang dilakukan masih sedikit, namun penemuan-penemuan bukti baru tentang bahaya rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan.

BACA JUGA  Apakah Rokok Elektrik (Vape) Bisa Menyebabkan Kanker?

Berikut ini adalah beberapa bahaya rokok elektrik bagi kesehatan manusia:

1. Rokok elektrik berpotensi menimbulkan kerusakan DNA dan menurunkan kemampuan memperbaiki diri pada sel paru-paru.

Penelitian terbaru ini, yang dilakukan pada Januari 2018 menunjukkan hasil jika rokok elektrik atau vape bisa merusak DNA.

Mereka melakukan penelitian pada tikus. Hasil penelitian menunjukkan jika zat nitrosiamin yang terkandung pada vape bisa merusak DNA tikus.

Peneliti juga menemukan penurunan kemampuan memperbaiki diri pada sel paru-paru tikus setelah terpapar oleh uap rokok elektrik. Lebih lanjut rokok elektrik bisa merusak paru-paru, kandung kemih, dan jantung pada tikus.

Penelitian ini memang dilakukan pada tikus, namun mereka menyimpulkan jika kerusakan ini juga bisa terjadi pada manusia.

2. Kebanyakan rokok elektrik mengandung nikotin, zat adiktif yang berpotensi merusak kesehatan.

Sama seperti rokok tembakau, kebanyakan rokok elektrik yang beredar juga mengandung nikotin.

Nikotin merupakan zat adiktif yang jika akan masuk ke aliran darah dan mempengaruhi kerja otak dan detak jantung. Pada kadar yang tinggi zat ini bisa bersifat toksik dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Khusus bagi ibu hamil nikotin termasuk dalam kategori zat berbahaya yang harus dihindari karena bisa menyebabkan gangguan perkembangan janin.

Para ahli juga mengatakan jika orang yang sudah terbiasa mengonsumsi nikotin akan membuat rasa zat adiktif lainnya menjadi lebih nikmat, dan punya kecenderungan lebih tinggi untuk memakainya.

3. Rokok elektrik menghasilkan sejumlah emisi zat kimia dan metal yang berbahaya bagi kesehatan

Penelitian ini, yang dilakukan pada tahun 2016 lalu menunjukkan hasil jika pada saat digunakan rokok elektrik akan mengeluarkan sejumlah emisi zat kimia yang punya potensi berbahaya bagi kesehatan.

BACA JUGA  Apakah Rokok Elektrik (Vape) Bisa Menyebabkan Kanker?

Zat ini merupakan zat yang ditambahkan pada e-liquid maupun yang dihasilkan pada proses pemanasan (vaporizing) saat rokok elektrik dinyalakan.

Penelitian ini menemukan bahwa rokok elektrik mengeluarkan sejumlah zat kimia karsinogenik dan toksik yang berbahaya bagi kesehatan, juga sejumlah zat nanopartikel metal yang berpotensi sebagai toksik bagi tubuh.

Zat nanopartikel metal ini berasal dari device yang digunakan, seperti yang kita tahu jika device rokok elektrik menggunakan bahan logam.

Para peneliti tersebut menemukan beberapa merek rokok elektrik yang memiliki kandungan nikel dan kromium dalam level tinggi pada e-liquidnya, yang mana berasal dari pemanasan kawat nikrom saat vape dinyalakan.

Rokok elektrik juga mengandung kadmium dalam level rendah, zat ini merupakan zat metal beracun yang biasa ditemukan pada rokok tembakau. Zat ini bisa menyebabkan gangguan dan penyakit pernapasan.

Penelitian ini tidak menyimpulkan seberapa bahaya rokok elektrik bagi kesehatan, karena penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui bagaimana konsekuensi kesehatan yang ditimbulkan jika terpapar zat-zat di atas berulang-ulang. Mereka mengatakan setidaknya 11 penelitian lanjutan diperlukan untuk bisa menyimpulkannya.

Jadi, bagaimana pendapat Anda? Apakah masih layak rokok elektrik dibilang aman bagi kesehatan? Silakan sampaikan unek-uneknya di kolom komentar.

Advertisement
About Annisa Aprilia 146 Articles
Kontributor di situs caramanjur.com, hobi menulis dan jalan-jalan. Belum jadi dokter, tapi hobi menulis seputar kesehatan, kecantikan, dan gaya hidup. Jika ingin chating-chating atau bertanya, silakan komentar atau kontak lewat akun sosmed di bawah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*